Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Babinsa Koramil 10/Sungaitarab Ajak Warga Pembersihan Bibit Kayu Manis

×

Babinsa Koramil 10/Sungaitarab Ajak Warga Pembersihan Bibit Kayu Manis

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com | Sungaitarab – Babinsa Koramil 10/Sungai Tarab Kodim 0307/Twnah Datar, Serka Suwirman melaksanakan kegiatan pembersihan dan perawatan bibit Kayu manis milik Serka suwirman sebanyak 3000 batang dilahan seluas 15×15 Meter. Kegiatan ini dibantu 3 orang masyarakat yang peduli dan tidak mempunyai pekerjaan tetap di Jorong Kumango Utara Nagari Kumango Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar, Senin (04/04/2022).

Kegiatan bertujuan untuk membuat lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan Tetap dan menghidupkan perekonomian masyarakat.

Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Wisyudha Utama melalui Danramil 10/Sungaitarab Lettu Inf Ibrahim mengatakan, ”Ini salah satu tugas teritorial dalam mewujudkan program pemerintah swasembada pangan di wilayah kerja kami di Nagari Kumango.

Dijadikan tanaman sampingan tanaman pohon kayu manis di Kabupaten Tanah Datar semakin susah didapati di kebun para petani. Terlebih, tumbuhan yang dijadikan para komuditas petani kayu manis sebagai produksi tanaman sampingan. Tanaman mulai habis dikarenakan hanya dapat sekali pemanenan dan pohon mati.

“Sekarang sudah jarang yang memiliki tanaman kayu manis karena setelah dipanen dengan dikuliti otomatis batangnya mati dan ditebang,” ujar Danramil.

Meski saat ini harga yang tinggi, tutur Danramil dengan harga mencapai Rp 45 ribu – Rp 50 ribu per kilogram, petani menilai menanam pohon kayu manis dinilai kurang efektif.

Sebab tumbuhan kayu manis yang kerap ditanam petani di perbatasan kebun dan pohon tersebut baru dapat di kuliti atau dipanen berusia minimal 4 tahun, semakin lama usia kayu manis pohon akan semakin besar serta menghasilkan kulit yang banyak pula

“Sebab minimal berusia 4 tahun itupun baru seukuran betis orang dewasa dan hasilnya tak lebih dari 5 kilogram kulit kering,”kata Dia.

Disisi lain rawan karena harga yang mahal petani yang masih memiliki tanaman kayu manis mengantisipasi pencurian di kebun dengan membuat asap api.

“Biasanya untuk mengantisipasi pencurian di kebun kita membuat asap api (memanduk) pertanda pemilik kebun sedang dikebun,” ungkapnya. (Pendim TD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *