Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Spirit Baru Di Tahun Baru, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Pimpin Apel HAB Ke-78

×

Spirit Baru Di Tahun Baru, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Pimpin Apel HAB Ke-78

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com  |  Batusangkar – Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar gelar Apel bersama dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI yang ke-78, Apel yang berlangsung di lapangan UIN Mahmud Yunus Batusangkar ini dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Direktur, Kepala Unit dan Lembaga, serta pegawai dan dosen di lingkungan kampus. Rabu (03/01/24).

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof Dr Marjoni Imamora M.Sc bertindak sebagai pembina Apel pada peringatan HAB Ke-78 tahun 2024 tersebut, Kegiatan Kemenag ini mengusung tema “Indonesia Hebat Bersama Ummat.”

Example 300x600

Amanat tertulis Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dibacakan Prof Dr Marjoni, mengajak seluruh jajaran kemenag untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan perjuangan untuk mewujudkan cita-cita Kementerian Agama yang dibentuk pada tahun baru yaitu 3 Januari 1946 tersebut.

“Spirit ganda (tahun baru dan peringatan tanggal dibentuk) ini harus diwujudkan dalam bentuk amal bakti yang semakin mendalam dan paripurna. Hari Amal Bakti tentu tidak semata sebuah nama, tetapi di dalamnya terkandung harapan dan tekad untuk mencurahkan pengabdian kita kepada seluruh ummat beragama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Marjoni menyebutkan bahwa kemenag adalah institusi yang memiliki tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan pendidikan keagamaan sehingga tugasnya tidaklah ringan.

“Di antara tugas berat kemenag adalah menjaga harmoni kehidupan beragama sebagai salah satu pilar kerukunan nasional. Tugas berat ini dilaksanakan di antaranya dengan memberikan layanan yang adil, transparan, dan akuntabel untuk seluruh ummat beragama,” ungkapnya.

Prof Marjoni menambahkan, Kemenag RI juga memiliki tugas untuk membangun karakter bangsa melalui pendidikan agama.
“Bekal pandidikan agama yang moderat adalah fondasi kokoh dalam mewujudkan kerukunan ummat beragama demi tercapainya tujuan pembangunan,” pungkas Prof Marjoni..(Doni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *