Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru PAI SD Kemenag Kota Solok

×

Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru PAI SD Kemenag Kota Solok

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com  |  Kota Solok – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok H. Mustafa di dampingi Kasi Pendidikan Agama Islam, H. Emil Isra membuka kegiatan Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun 2024, “ Menuju Proses Belajar Mengajar (PBM) Mandiri, Aktif dan Kreatif”. Dilaksanakan di Aula Abubakar Kantor setempat. Senin(20/05/24).

Kegiatan Sosialisasi Implementasi Kurikulum diikuti 40 orang guru PAI SD se Kota Solok. Narasumber Ismanita, S. Pd SD, Kepala SD 21 PPA Kota Solok dengan mengusung materi “

Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diteruskan ke peserta didik sehingga mereka dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi perkembangan zaman dan mengarahkan zaman.

Dalam sambutannya H. Mustafa menyampaikan, ada tujuh peta jalan yang dirumuskan Direktorat PAI. Supaya program-program PAI lebih terarah kedepannya, pertama, peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru PAI. Kompetensi guru perlu ditingkatkan melalui PPG (Pendidikan Profesi Guru) dan PPKB (Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan). Sedangkan untuk kualifikasi guru PAI harus S1.

Kedua, peningkatan karir dan kesejahteraan Guru PAI. Melalui uji kompetensi karir guru PAI bisa naik. Untuk kesejahteraan, guru PAI bisa mengajukan tunjangan profesi dan insentif. Ketiga, penguatan dan menumbuhkembangkan ekosistem Moderasi Beragama (MB). Penciptaan ekosistem MB di Sekolah dan Perguruan Tinggi Umum (PTU) menjadi penting sebagai benteng dari serangan ideologi tertentu baik dari dalam maupun luar sekolah dan PTU.

Kelima, School Religious Culture, yakni ajakan untuk membangun kebiasaan dan budaya Islam di sekolah-sekolah, seperti mengaji, shalat dhuha, berdoa bersama, kantin Halal, Zakat-wakat Goes to School dan lain-lain.

Keenam, Satu Data untuk Semua dan Penguatan Regulasi. Satu data untuk semua ini merupakan usaha Direktorat PAI untuk mengintegrasikan Siaga, Emis, Simpeg, Dapodik, SIASN dan Simtun. Berdampingan dengan data, regulasi tentang pengembangan PAI ke depan juga akan disusun serta akan dilakukan harmonisasi regulasi yang sudah.

Ketujuh, rebrandring PAI. Menurut M. Munir, PAI musti tampil beda dan musti hadir di tengah-tengah masyarakat dan tentu bisa mengikuti selera peserta didik sebagai Gen Z. Pemanfaatan media sosial dalam me-rebranding PAI ini menjadi sangat penting. Maka konten-kontennya juga harus menarik.

“Apresiasi kepada Guru PAI yang mendapat kesempatan untuk hadir dalam kegiatan Penguatan Kumer bagi Guru PAI SD, semoga peserta didik kita bisa melapazkan ayat suci Al Quran dengan baik dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mencetak generasi yang berkualitas dibidang kegamaan”ujar H. Mustafa. (Helda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *