Oleh: DARMIWANDI, S.Ag. M.H.
Bagian : 7
“DARI GANTIANG KE KOTO BARU”
Menamatkan pendidikan Tingkat Pertama/Tsanawiyah di Padang Panjang menjadi catatan tersendiri bagi penulis, miskipun bagi orang lain tak bermakna dan menganggap biasa-biasa saja. Bagi penulis dibilang berarti karena pengalaman adalah guru terbaik dan akan membuat orang kuat mengahadapi tantangan dan rintangan serta akan terus berusaha mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi. Andaikan penulis tidak biasa berjalan kaki sekian kilo meter di waktu Sekolah Dasar/SD dan tidak terbiasa menyabit rumput serta mengembalakan ternak di waktu kecil, pastilah bahwa apa yang penulis jalani di waktu Tsanawiyah akan menjadi sebuah beban yang berat dan tidak akan bisa penulis lakukan. Apalagi seorang anak yang baru beranjak remaja dan sudah memeliki rasa kepada lawan jenisnya, maka pastilah rasa malu akan sangat terasa di dada.
Tanpa berfikir terlalu lama dan pertimbangan yang panjang, setelah taman MTs.N Ganting, penulis melanjutkan melamar ke MAN/MAPK Koto Baru Padang Panjang. Orang mendaftar, penulispun ikut. Saat mendaftar, penulis tidak punya kenangan dan yang harus diceritakan. Semua berjalan biasa-biasa saja.
Bagaimanakan pengalaman dan perjalanan penulis selama di MAN/MAPK Koto Baru ini? Rasanya memang biasa-biasa saja dan tidak ada yang luar biasa. Kalaupun ada yang membedakan di saat MTsN dulu, hanyalah di bidang keaktifan dalam mengikuti ekstra kurikuler. Kalaupun aktif, sangat jauh ketinggalannya dari teman-teman aktif lainnya, karena mereka menjabat ini dan itu. Sedangkan penulis hanya anggota yang mengikuti di belakang.
Berawal dari kelas 1, Penulis diletakan di lokal 1.F. Tak banya teman yang penulis kenal di dalam kelas kecuali teman yang sama sekolah di waktu MTsN Ganting. Dengan segala kekuarangan dan keterbatasan, penulis diamanahi oleh teman-teman menjadi ketua kelas. Lokal 1.F kami juluki nama dengan GEONEF.
GEONEF mengingatkan penulis dengan teman-teman penulis yang hampir semuanya pintar. Mereka pintar? Karena meraka berasal dari berbagai madrasah di pulang Sumatera. Selain barasal dari berbagai daerah, meraka juga berasal dari berbagai macam madrasah favorit ,bahkan menjadi sang juara di Madrasah Tsanawiyah asal mereka. Sebut sajalah di antaranya Amelia. Arfitriati, Mirna.Z. Erizon dan Endrinal (alm).
Kompetisi dalam belajar semakin terasa berat dan bersaing. Bukan mencari alasan dan helah, penulis hanya mampu berada di bawah posisi Amelia dan Arfitriati. Penulis mengakui, kawan yang berdua ini cukup pintar, bahkan sampai sekarang mereka menjadi orang besar, tentu salah satu penyebabnya adalah kepintaran mereka.
Sudah menjadi tradisi di MAN/MAPK pada saat itu, yaitu kegiatan SIANGKRIDA setiap awal tahun pelajaran. Kagiatan ini adalah penampilan bakan dan minat siswa. Pada kegiatan ini dibentuklah panitia, Disaat cara pembukaan SIANGKRIDA tersebut, penulis diberikan kesempatan untuk menyampaikan laporan kegiatan sebagai KETUA UMUM panitia pelaksana.
Acara pembukaan selesai, dilanjutkan dengan penampillan bakat dan minat para siswa. Ada yang bernyanyi, ada yang berpuisi, ada yang menari dan ada yang main drama. Siapakah yang ikutserta dalam kegiatan tersebut? Penulis sendiri tidak ingat lagi kecuali si “SM” dan “UY”. Bagaimana dengan penulis sendiri? Terlepas dari peran utama atau tidak, penulis ikut dalam penampilan DRAMA.
Sebelum proses belajar mengajar dan kegiatan SIANGKRIDA berjalan, diawal sekolah, wajIb dilaksanakan kegiatan yakni OSPEKPRAM. Kegiatan ini wajib diikuti oleh calon siswa. Dalam pelaksaan ospekpram ini, juga tidak banya yang penulis ingat kecuali makan nasi yang masak mentah karena apinya tidak sempurna /padam-padam hiduik. Melatif fisik dan mental serta kedisiplinan adalah inti dari kegiatan ini, miskipun ada di antara kta yang belum siap menerimanya. Berikreasi dan berinovasi sudah mulai diajarkan dan ditanamkan, hanya saja kita belum bisa memahaminya di saat itu. Yang ada hanyalah rasa lelah, letih dan menggerutu. Makan tidak selesai, minum tidak sempat dan tidurpun tidak karuan. BELUM TIDUR SUDAH DIBANGUNKAN.
Adakah diantara kita yang memiliki kenangan tersendiri? Atau kenangan saat itu menjadi awal pertemuan saat ini.
Bersambung…………






