Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 4 April 2026, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama rombongan melakukan Tinjauan langsung ke lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan lereng Gunung Rajabasa, pada hari ini Sabtu (4/4/2026).
Turut hadir mendampingi Bupati, para pimpinan daerah setempat, di antaranya Camat Kalianda dan Camat Penengahan. Kehadiran mereka menandakan keseriusan pemerintah tingkat kecamatan dalam memantau dan menangani permasalahan di wilayah administratif masing-masing yang berbatasan langsung dengan kawasan rawan bencana tersebut.
Dalam tinjauan tersebut, Bupati memastikan bahwa peristiwa alam ini terjadi murni akibat faktor alam, mengingat kondisi tanah di wilayah tersebut yang cenderung labil dan basah.
Sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap alam serta langkah mitigasi jangka panjang, Bupati Radityo melakukan simbolik penanaman pohon Beringin di lokasi longsor.
Pohon yang dikenal memiliki akar kuat dan menjalar ini dijadikan simbol keteguhan, kekuatan, serta perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
Komitmen Pemerintah Kecamatan
Sementara itu, Camat Kalianda dan Camat Penengahan yang turut mendampingi dalam kunjungan kerja tersebut menyambut baik langkah strategis yang diambil oleh Bupati.
Keduanya menyatakan kesiapan untuk bersinergi dan memastikan bahwa arahan serta kebijakan yang telah ditetapkan di lapangan dapat berjalan dengan baik hingga ke tingkat desa dan masyarakat.
Keduanya berjanji akan terus melakukan pemantauan intensif serta menggerakkan peran serta warga untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing, mengingat pentingnya Gunung Rajabasa sebagai daerah tangkapan air dan penyangga alam.
Sinergi Instansi Terjalin Baik
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap seluruh elemen masyarakat maupun aparat yang belum terlibat langsung untuk turut mendoakan dan menjaga lingkungan bersama, agar bencana serupa tidak menimpa masyarakat di masa mendatang.
Tanggapan Camat Kalianda Terkait Peristiwa Longsor di Lereng Gunung Rajabasa
Camat Kalianda Ruris Apdani S.Pd., dalam acara tinjauan lokasi longsor dan penanaman pohon di Lereng Gunung Rajabasa, menyampaikan tanggapan sebagai berikut:
“Sebagai wilayah yang sebagian terletak di kaki Gunung Rajabasa, kami di Kecamatan Kalianda sangat merasakan dampak langsung dari kondisi alam di kawasan ini,” Terangnya
Peristiwa longsor yang terjadi bukan hanya bencana alam biasa, melainkan menjadi cermin bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Dengan hikmah dari kejadian ini, kami mengajak seluruh warga, aparat desa, serta berbagai pihak terkait untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.” Tegas Ruris Apdani
Penanaman pohon yang dilakukan hari ini bukan hanya seremonial semata, melainkan langkah nyata untuk memulihkan fungsi tanah dan mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan.
Kami juga siap bekerja sama dengan pemerintah kabupaten, tokoh adat, dan masyarakat setempat untuk menyusun rencana penanganan jangka panjang, mulai dari pemantauan rutin kondisi lereng hingga program penghijauan yang berkelanjutan,” Tandasnya
Camat Penengahan: Jadikan Peristiwa Longsor sebagai Hikmah untuk Lebih Peduli Lingkungan
Dalam kegiatan peninjauan lokasi bencana longsor di lereng Gunung Rajabasa yang dilakukan oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Camat Penengahan, Hermawan, S.H., M.M., turut hadir mendampingi sekaligus menyampaikan pandangannya terkait peristiwa alam tersebut.
Sebagai pejabat pemerintah tingkat kecamatan yang wilayah administrasinya berbatasan langsung dengan kawasan tersebut, Hermawan menilai peristiwa ini harus dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi seluruh elemen masyarakat.
Tanggapan Camat Penengahan
Menurut Hermawan, peristiwa tanah longsor yang terjadi di lereng Gunung Rajabasa ini mengandung makna mendalam bagi kesadaran kita bersama.
“Dengan hikmah peristiwa ini, semoga hal ini menjadi pengingat yang nyata kepada kita semua untuk lebih peduli dan menjaga kelestarian lingkungan di mana pun kita berada,” ujar Hermawan di lokasi kejadian.
Ia berharap, momentum penanaman pohon beringin yang dilakukan oleh Bupati bukan hanya sekadar seremonial belaka, melainkan menjadi awal kesadaran kolektif untuk menjaga alam agar tetap lestari dan terhindar dari bencana serupa di masa mendatang.
Hermawan juga menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat desa di wilayah Kecamatan Penengahan siap bersinergi dengan pemerintah kabupaten untuk menjaga kelestarian kawasan Gunung Rajabasa sebagai aset penyangga kehidupan warga.
Mentrengnews.com
Berita dan informasi terbaru, terkini, dan terpercaya.








