Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Kemenag Kota Solok Tancap Gas: Dari Digitalisasi Layanan hingga Nasib Karir ASN Dibahas dalam Rakor Strategis

×

Kemenag Kota Solok Tancap Gas: Dari Digitalisasi Layanan hingga Nasib Karir ASN Dibahas dalam Rakor Strategis

Sebarkan artikel ini

Kota Solok  |  Mentrengnews. Com – Memasuki kuartal kedua tahun 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok melakukan langkah cepat guna memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai rel. Bertempat di Aula Abu Bakar, Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) krusial yang dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat dan pimpinan unit di lingkungan Kemenag Kota Solok pada Rabu (22/04/2026).

Didampingi Kasubbag TU, H. Adrinoviyan, rapat ini menjadi wadah evaluasi sekaligus penajaman strategi. Hadir dalam kegiatan tersebut para Kasi, Penyelenggara, Pengawas, Kepala KUA Kecamatan, Kepala Madrasah se-Kota Solok, hingga Analis Kepegawaian.

Dalam arahannya, H. Amril menekankan bahwa akhir April merupakan momentum krusial untuk evaluasi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Triwulan I. Ia menginstruksikan seluruh ASN untuk memastikan dokumen pendukung pada aplikasi e-Kinerja BKN bukan sekadar formalitas.

“Kualitas eviden harus relevan. Jangan sampai keterlambatan approval oleh atasan menghambat tunjangan kinerja pegawai,” tegasnya.

Tak hanya soal kinerja individu, serapan anggaran juga menjadi sorotan utama. Kemenag Kota Solok menargetkan realisasi anggaran minimal mencapai 50% pada akhir Juni mendatang. Penuntasan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) secara tepat waktu dan sinkronisasi data pada aplikasi SAKTI serta SMART menjadi syarat mutlak tertib administrasi.

Satu hal yang menarik dalam Rakor kali ini adalah pembahasan mengenai Manajemen Talenta. Kemenag Kota Solok mulai menerapkan analisis Nine Box Grid untuk memetakan kompetensi ASN. Ke depannya, mutasi dan promosi jabatan akan murni berbasis pada Indeks Profesionalitas ASN (IP-ASN), bukan lagi berdasarkan subjektivitas.

Terkait kebijakan Work From Home (WFH) pada hari Jumat, H. Amril memberikan peringatan keras. “WFH bukan berarti libur. Kinerja tetap dipantau via GPS dan laporan harian. Unit layanan publik seperti PTSP wajib menerapkan sistem shift agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti,” imbuhnya.

Di sektor pendidikan, membludaknya pendaftar di zona padat penduduk memicu pembahasan urgensi pembukaan Kelas Jauh (Filial) untuk MIN di Kota Solok. Sementara itu, bagi para Pengawas Madrasah, terjadi pergeseran paradigma: mereka kini dituntut tidak hanya menjadi pemeriksa administrasi, tetapi juga sebagai coach bagi para guru.

Transformasi digital juga merambah hingga ke level kecamatan. KUA kini didorong untuk mengoptimalkan aplikasi Pusaka dalam setiap layanan, serta memperkuat peran dalam moderasi beragama dan sertifikasi halal.

Rapat yang berlangsung dinamis ini juga menyentuh revitalisasi peran Penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan pencegahan isu intoleransi. Di sisi lain, para Pejabat Fungsional Tertentu (JFT) diingatkan untuk lebih disiplin dalam pengumpulan Angka Kredit melalui integrasi e-Kinerja agar pengembangan karir tidak terhambat.

Kegiatan ditutup dengan sesi dengar pendapat, di mana para peserta menyampaikan kendala lapangan serta saran untuk perbaikan birokrasi di lingkungan Kemenag Kota Solok ke depannya. Dengan koordinasi yang solid ini, Kemenag Kota Solok optimis dapat memberikan pelayanan terbaik dan mencapai target kinerja tahun 2026 secara maksimal. (helda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *