Sudah Usul Sejak 2024, Permintaan 20 Tiang Listrik dari Kadus Tupong Belum Juga Terwujud
Lampung Selatan | Mentrengnews.com –Â
4 Mei 2026, Ketika awak media menanyakan langsung kepada Kepala Dusun Pamong Sari yang akrab disapa Tupong, terkait apakah aspirasi masyarakatnya sudah disampaikan kepada Kepala Desa, ia menjawab dengan nada penuh harapan yang pupus.
“Sudah bang, sudah saya usulkan berkali-kali. Sudah dari tahun 2024, terus dilanjutkan lagi di tahun 2025, sampai sekarang sudah masuk tahun 2026 ini. Tapi sampai hari ini belum ada apa-apanya, belum ada hasilnya sama sekali. Kami masih menunggu dan berharap, tapi seolah tidak ada tanggapan yang serius,” jelas Kadus Tupong dengan jujur.
Permintaan yang disampaikan itu adalah pengadaan sekitar 20 unit tiang listrik, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. Namun sayang, hingga saat ini usulan tersebut belum mendapatkan realisasi.
Tokoh Masyarakat Berikan Tanggapan Tajam
Mendengar penjelasan dari Kadus Tupong, seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya kemudian menimpali dan melengkapi informasi tersebut. Ia menceritakan bahwa ketidakbecusan dalam menangani kebutuhan rakyat ini bukan hanya terjadi di Dusun Pamong Sari saja, melainkan sudah menjadi pola yang berlangsung lama.
“Kalau begitu ceritanya, jangan haraplah bang. Jangankan diminta 20 tiang listrik, di RT Kosong 1 Dusun Sindangsari saja sudah puluhan tahun cuma butuh beberapa tiang listrik saja, belum juga terpenuhi. Padahal sudah berganti-ganti kepala desa, termasuk sekarang di bawah kepemimpinan Pak Sarna pun tetap tidak terkabulkan,” ungkapnya.
Tokoh tersebut kemudian menegaskan bahwa apa yang dinikmati masyarakat saat ini sebenarnya bukanlah hasil kerja dari pemerintah desa.
“Sekarang memang sudah ada terpasang 7 tiang listrik di daerah RT Kosong 1 itu, tapi perlu diketahui bahwa itu bukan hasil perjuangan atau upaya dari kepala desa. Itu semua adalah hasil kerja keras dan perjuangan tokoh masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan identitasnya.
Jadi jangan mimpi-mimpi dulu ya, kalau mau berharap Kepala Desa Bakti Rasa ini peduli dan mau berjuang untuk kebutuhan rakyatnya,” tegasnya dengan nada kesal.
Lebih Sibuk dengan Jabatan Daripada Mengabdi
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Kepala Desa Sarna dinilai lebih mementingkan gengsi dan status jabatannya. Ia sangat senang dipanggil dengan sebutan “Pak Lurah”, selalu tampil rapi dengan seragam dinas setiap hari, namun kemampuan dan keinginan untuk mengurus kepentingan masyarakat dinilai sangat kurang.
Fakta-fakta ini semakin memperkuat pandangan publik bahwa jabatan yang diemban lebih dianggap sebagai simbol kekuasaan dan kehormatan pribadi, bukan sebagai amanah untuk mengabdi dan memajukan daerah serta kesejahteraan rakyat.
Mentrengnews.com akan terus mengawal perkembangan ini, demi terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat yang sudah tertunda sekian lama.
Redaksi: Mentrengnews.com
Penulis : Sholeh MTV
Suara Rakyat | Berani Mengungkap Fakta, Mengawal Keadilan PembangunanCUMA INGIN DI SEBUT👉 PAK LURAH, 👈
Kades Bakti Rasa Cuma Gila Jabatan, Ingin Dipanggil Pak Lurah, Tapi Tidak Becus Urus Rakyat
Sudah Usul Sejak 2024, Permintaan 20 Tiang Listrik dari Kadus Tupong Belum Juga Terwujud
Lampung Selatan | Mentrengnews.com
4 Mei 2026 — Ketika awak media menanyakan langsung kepada Kepala Dusun Pamong Sari yang akrab disapa Tupong, terkait apakah aspirasi masyarakatnya sudah disampaikan kepada Kepala Desa, ia menjawab dengan nada penuh harapan yang pupus.
“Sudah bang, sudah saya usulkan berkali-kali. Sudah dari tahun 2024, terus dilanjutkan lagi di tahun 2025, sampai sekarang sudah masuk tahun 2026 ini. Tapi sampai hari ini belum ada apa-apanya, belum ada hasilnya sama sekali. Kami masih menunggu dan berharap, tapi seolah tidak ada tanggapan yang serius,” jelas Kadus Tupong dengan jujur.
Permintaan yang disampaikan itu adalah pengadaan sekitar 20 unit tiang listrik, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. Namun sayang, hingga saat ini usulan tersebut belum mendapatkan realisasi.
Tokoh Masyarakat Berikan Tanggapan Tajam
Mendengar penjelasan dari Kadus Tupong, seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya kemudian menimpali dan melengkapi informasi tersebut. Ia menceritakan bahwa ketidakbecusan dalam menangani kebutuhan rakyat ini bukan hanya terjadi di Dusun Pamong Sari saja, melainkan sudah menjadi pola yang berlangsung lama.
“Kalau begitu ceritanya, jangan haraplah bang. Jangankan diminta 20 tiang listrik, di RT Kosong 1 Dusun Sindangsari saja sudah puluhan tahun cuma butuh beberapa tiang listrik saja, belum juga terpenuhi. Padahal sudah berganti-ganti kepala desa, termasuk sekarang di bawah kepemimpinan Pak Sarna pun tetap tidak terkabulkan,” ungkapnya.
Tokoh tersebut kemudian menegaskan bahwa apa yang dinikmati masyarakat saat ini sebenarnya bukanlah hasil kerja dari pemerintah desa.
“Sekarang memang sudah ada terpasang 7 tiang listrik di daerah RT Kosong 1 itu, tapi perlu diketahui bahwa itu bukan hasil perjuangan atau upaya dari kepala desa. Itu semua adalah hasil kerja keras dan perjuangan tokoh masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan identitasnya.
Jadi jangan mimpi-mimpi dulu ya, kalau mau berharap Kepala Desa Bakti Rasa ini peduli dan mau berjuang untuk kebutuhan rakyatnya,” tegasnya dengan nada kesal.
Lebih Sibuk dengan Jabatan Daripada Mengabdi
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Kepala Desa Sarna dinilai lebih mementingkan gengsi dan status jabatannya. Ia sangat senang dipanggil dengan sebutan “Pak Lurah”, selalu tampil rapi dengan seragam dinas setiap hari, namun kemampuan dan keinginan untuk mengurus kepentingan masyarakat dinilai sangat kurang.
Fakta-fakta ini semakin memperkuat pandangan publik bahwa jabatan yang diemban lebih dianggap sebagai simbol kekuasaan dan kehormatan pribadi, bukan sebagai amanah untuk mengabdi dan memajukan daerah serta kesejahteraan rakyat.
Mentrengnews.com akan terus mengawal perkembangan ini, demi terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat yang sudah tertunda sekian lama.
Redaksi: Mentrengnews.com
Penulis : Sholeh MTV
Suara Rakyat | Berani Mengungkap Fakta, Mengawal Keadilan Pembangunan








