Jawaban Humas SMKN 1 Sragi Anita Yulaefi Dinilai Sangat Tidak Nyambung
Sragi,Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 15 Mei 2026, Pemberitaan soal maraknya siswa SMKN 1 Sragi yang terpapar judi daring hingga merugikan salah satu keluarga warga wilayah Sragi ternyata menggema luas dan menjadi sorotan publik. Setelah berita itu viral dan menuai reaksi keras masyarakat, baru kemudian pihak sekolah angkat bicara lewat Humasnya, Anita Yulaefi.
Namun, alih-alih menunjukkan sikap menyesal, bertanggung jawab, atau memberikan solusi yang memuaskan, jawaban yang disampaikan Anita Yulaefi justru dinilai sangat melenceng, tidak nyambung, penuh formalitas kosong, dan terkesan ingin memutarbalikkan keadaan.
Berikut tanggapan tertulis yang disampaikan oleh Anita Yulaefi selaku Humas SMKN 1 Sragi:
“Assalamualaikum.. Selamat sore bapak mohon maaf sebelumnya kami sudah menindaklanjuti laporan dari bapak di awal dan kami sudah menyiapkan ruang mediasi antara bapak dan orang tua wali yang lain.. Orang tua wali yg lain sudah datang ke sekolah tapi bapak yg tidak bisa hadir. Jadi maaf sebelumnya bukannya kami tidak mengindahkan laporan dari wali murid tetapi masalah ini sudah kami proses sesuai prosedur sekolah ya bapak🙏.”
Jawaban ini langsung dipatahkan habis dan dibalas dengan reaksi tegas serta nada kecewa yang meluap oleh wali murid korban. Baginya, apa yang ditawarkan sekolah sama sekali tidak menyentuh inti persoalan, malah terasa seperti olokan bagi keluarga yang sudah dirugikan:
“Jawaban kalian itu sangat tidak nyambung! Kami tidak butuh ruang mediasi apalagi untuk dipertemukan dengan wali murid lain yang notabenenya sama-sama menjadi korban seperti kami. Apa gunanya mediasi sesama korban? Yang kami tunggu dan harapkan bukan itu, melainkan kesadaran, tanggung jawab, serta sikap empati dari pihak sekolah sendiri.
Kami sampai mengambil keputusan berat mencabut anak kami dengan rasa sangat kecewa. Yang kami tunggu bukan prosedur formalitas semata, melainkan pertanggungjawaban kalian. Kenapa sampai hati kalian merasa tidak bersalah sama sekali?
Jangankan datang menemui, memberikan dukungan dan dorongan mental untuk anak kami yang saat itu sedang mengalami trauma berat akibat kejadian ini, sekadar meminta maaf pun kalian enggan melakukannya. Apa benar hati kalian sekeras itu hingga tidak merasa bersalah sedikit pun? Itu yang paling kami sesalkan selama ini.”
Belum tuntas rasa kecewa itu, Anita Yulaefi kembali mengeluarkan pernyataan lanjutan yang justru makin memperlihatkan ketidakseriusan sekolah dalam menangani masalah ini. Ia berdalih alasan lain untuk mengulur waktu:
“Baik bapak.. Sehubungan sekarang masih libur cuti bersama jadi kami belum ke sekolah.. Bsk kalau sudah masuk kami akan mengoordinasikan dengan kepala sekolah, guru bk dan wali kelas untuk menyikapi masalah ini🙏 Jadi mohon bersabar y bapak.”
Dalih libur ini pun dinilai sangat lemah dan tak berdasar. Bagaimana mungkin urusan yang menyangkut masa depan siswa dan kerugian jutaan rupiah bisa dibiarkan terkatung-katung hanya karena alasan cuti?
Padahal kasus ini sudah berlangsung berbulan-bulan lamanya, jauh sebelum masa libur tiba. Mengapa saat sekolah sedang aktif, saat laporan disampaikan, saat anak sedang tertekan—tidak ada satu pun tindakan nyata? Mengapa baru saat terkuak ke publik, baru sibuk bicara prosedur dan janji-janji yang tak pasti?
Kenyataan ini makin membuktikan satu hal: bagi SMKN 1 Sragi, keselamatan akhlak, kesehatan mental, dan nasib muridnya hanyalah urusan administrasi biasa yang dikelola dengan dingin tanpa ada rasa empati sedikit pun.
Sikap Anita Yulaefi dan jajaran sekolah ini justru memperparah citra lembaga pendidikan itu sendiri, yang terbukti gagal menjadi benteng perlindungan generasi muda, malah terkesan menutupi kesalahan dan berlindung di balik aturan semu.
Publik pun kini menunggu, apakah janji “akan disikapi” itu nantinya hanya jadi omong kosong belaka, ataukah benar-benar akan ada langkah nyata yang mempertanggungjawabkan kelalaian yang telah merugikan masa depan siswa dan keluarganya.
mentrengnews.com
Mengutamakan Fakta, Menyuarakan Suara Rakyat
Penulis : Sholeh MTV








