Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Alhamdulillah, Listrik Sumatera Barat Pulih Total 100 Persen, Seluruh Daerah Kembali Terang

×

Alhamdulillah, Listrik Sumatera Barat Pulih Total 100 Persen, Seluruh Daerah Kembali Terang

Sebarkan artikel ini

Padang  |  Mentrengnews.com — Kabar gembira dan kelegaan dirasakan seluruh warga Sumatera Barat. Pasokan listrik di seluruh 19 kabupaten dan kota resmi dinyatakan pulih sepenuhnya 100 persen pada Minggu pagi (24/5/2026), setelah sebelumnya wilayah ini mengalami gelap gulita total selama berjam-jam sejak Jumat (22/5) malam akibat gangguan sistem transmisi lintas provinsi.

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, memastikan bahwa per pukul 05.07 WIB, seluruh gardu induk, jaringan transmisi, dan saluran distribusi telah beroperasi normal dan menyalurkan tenaga listrik secara stabil ke seluruh pelanggan, mulai dari pusat kota hingga daerah terpencil dan perbatasan.

“Alhamdulillah, seluruh sistem kelistrikan Sumatera Barat sudah kembali normal 100 persen. Tidak ada lagi daerah yang masih gelap atau menjalani pemadaman bergilir. Semua sudah menyala penuh dan aman,” tegas Ajrun Karim di Padang.

Pemulihan sistem berjalan bertahap sepanjang hari Sabtu. Pada tahap awal, sekitar 60 persen jaringan sudah berfungsi, kemudian meningkat menjadi 85 persen pada sore harinya. Puncak pemulihan terjadi dini hari tadi, ketika seluruh unit pembangkit besar termasuk PLTU Teluk Sirih dan PLTU Ombilin berhasil disinkronisasi penuh kembali ke jaringan utama sistem kelistrikan Sumatera.

Gangguan besar ini bermula pada Jumat malam sekitar pukul 18.40 WIB. Masalah berawal dari terganggunya saluran transmisi tegangan tinggi 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di wilayah Jambi. Gangguan tersebut memicu efek berantai yang mengguncang sistem interkoneksi, hingga mematikan pasokan listrik secara serentak ke Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh.

Di balik kelegaan akibat listrik yang kembali menyala, kejadian ini meninggalkan duka mendalam. Pemadaman massal kali ini menimbulkan dampak serius, salah satunya tragedi memilukan di Tanah Datar, di mana dua remaja meninggal dunia dan satu lainnya mengalami kondisi kritis, diduga kuat akibat keracunan gas karbon monoksida dari asap genset yang dinyalakan di dalam ruangan tertutup saat kondisi gelap gulita.

Menyikapi musibah tersebut, Ajrun Karim menyampaikan turut berduka cita dan kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam penggunaan alat bantu penerangan. Ia berpesan agar kejadian pahit ini menjadi pelajaran berharga.

“Kami ucapkan terima kasih atas kesabaran warga. Kami juga turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian di Tanah Datar. Sekali lagi kami imbau dengan serius: jangan pernah menyalakan genset di dalam ruangan, kamar, atau tempat tidur yang tertutup, meskipun listrik padam lagi di kemudian hari, demi mencegah musibah serupa terulang,” pesan Ajrun. (Dion).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *