Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Tekankan Peran Ayah dan Batasi Gawai, Pemkab Tanah Datar Peringati Harganas ke-33 di Cindua Mato

×

Tekankan Peran Ayah dan Batasi Gawai, Pemkab Tanah Datar Peringati Harganas ke-33 di Cindua Mato

Sebarkan artikel ini

Batusangkar | MentrengNews. Com — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 melalui upacara yang digelar di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Jumat (3/7/2026).

Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.

Turut hadir Wakil Bupati Ahmad Fadly, S.Psi beserta istri, Ketua DPRD Anton Yondra, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi beserta istri, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, pimpinan OPD, camat, wali nagari, kepala instansi vertikal, pimpinan BUMN dan BUMD, Ketua LKAAM, serta tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka Putra membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN. Dalam sambutannya, Menteri menegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat peran keluarga sebagai tempat yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi unggul di tengah berbagai tantangan global.

Menurutnya, dunia saat ini memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang ditandai dengan perubahan yang cepat, ketidakpastian, kompleksitas, serta ambiguitas. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial, keluarga menjadi benteng utama dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Keluarga yang tangguh bukan lagi menjadi pilihan, tetapi merupakan kebutuhan mendesak bagi bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan,” ujar Bupati saat membacakan sambutan Menteri.

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia tengah memasuki momentum bonus demografi yang menjadi peluang besar menuju negara maju. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni kesehatan melalui percepatan penurunan stunting dan pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pendidikan karakter di lingkungan keluarga, serta penguatan ketahanan mental anak agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Selain itu, peran ayah dalam pengasuhan anak juga menjadi perhatian penting. Kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, dinilai memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan kepribadian anak.

Menteri juga mengingatkan agar orang tua bijak dalam mendampingi penggunaan gawai oleh anak. Keluarga diharapkan mampu membangun komunikasi yang hangat sehingga anak tidak kehilangan figur, perhatian, dan kasih sayang dari orang tua.

Berbagai persoalan sosial seperti perundungan, tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, hingga pergaulan bebas disebut sebagai alarm yang menunjukkan pentingnya mengembalikan fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membangun karakter generasi muda.

Mengakhiri sambutannya, Menteri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas keluarga yang mampu melahirkan generasi sehat, berkarakter, dan berdaya saing. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *