Kota Solok | MentrengNews. Com – Suasana Pawai Alegoris HUT RI ke-81 tingkat Kota Solok pada Selasa (18/8/2026) mendadak penuh haru dan ketegangan. Untuk pertama kalinya, Pondok Pesantren (PP) Tarjun Najah Solok terjun langsung memeriahkan rute pawai dari Lapangan Merdeka hingga Terminal Angkot dengan sajian visual yang mencuri perhatian publik.
Mengusung tema “Kebangkitan, Persatuan, Menuju Kemerdekaan”, kontingen ini dipimpin langsung oleh Kepala MTs PP Tarjun Najah, Ustadzah Siska Permata Sari, S.Pd., Gr., bersama jajaran pengasuh. Di tengah keterbatasan personel dan kesederhanaan fasilitas, para santri berhasil menyuguhkan reka ulang sejarah penderitaan masa penjajahan secara totalitas.
Aksi paling mencolok terlihat saat barisan santri melakonkan drama kerja rodi. Dengan riasan wajah berlumur darah buatan dan beban kayu raksasa—yang dibentuk secara kreatif dari karton bercat menyerupai batang pohon asli—mereka memikul beban tersebut sepanjang rute pawai. Visualisasi kegigihan dan penderitaan pejuang ini tak ayal mengundang decak kagum warga serta jajaran pejabat daerah yang menyaksikan dari panggung penghormatan.
Ustadzah Siska Permata Sari menyampaikan rasa bangganya atas semangat juang para santri yang mampu tampil maksimal meski dalam waktu dan sarana yang terbatas.
“Keikutsertaan kami untuk pertama kalinya ini merupakan bentuk ikhtiar menanamkan jiwa patriotisme kepada para santri. Meski dengan keterbatasan personel dan persiapan yang sederhana, kami ingin menunjukkan bahwa semangat pantang menyerah para pejuang masa lalu harus terus menyala di dalam dada para santri hari ini,” ungkap Ustadzah Siska.
Kehadiran dan keberanian kreasi santri ini juga mendapat apresiasi khusus dari jajaran Kementerian Agama Kota Solok.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk PP Tarjun Najah yang tampil perdana namun luar biasa. Keikutsertaan ini membuktikan bahwa santri tidak hanya lihai dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme yang mendalam serta kreativitas tinggi dalam menghayati arti kemerdekaan,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril.
Langkah PP Tarjun Najah ini sekaligus mencatatkan sejarah baru. Kontingen mereka menjadi perwakilan santri kedua dari lingkungan pondok pesantren di Kota Solok pada tahun ini yang secara mandiri dan aktif mengirimkan laporan berita liputan kegiatannya langsung dari lapangan.(helda/mutia)









