Malang | MentrengNews. Com – 28/7/2026, Musisi asal Malang, Yaqin, resmi merilis album debut bertajuk “Kebiasaan” pada 12 Juni 2026 di seluruh platform streaming musik digital. Album berisi delapan lagu ini menjadi penanda langkah baru Yaqin setelah sebelumnya dikenal lewat sejumlah single dan proyek musik Sorai Seroja. Melalui karya perdananya, ia menghadirkan kisah-kisah personal yang lahir dari perjalanan hidup, kehilangan, hingga proses pendewasaan.
Di tengah derasnya tren musik yang bergerak cepat mengikuti algoritma media sosial, Yaqin justru memilih menghadirkan karya yang lebih reflektif. Album “Kebiasaan” merangkum kenangan, kegagalan, kisah cinta, serta kebiasaan-kebiasaan kecil yang diam-diam membentuk seseorang menjadi lebih dewasa. Semua cerita tersebut dibalut dengan nuansa retro pop, jazz, dan sentuhan city pop yang hangat.
Album ini juga menjadi memoar musikal tentang pengalaman Yaqin merantau demi mengejar mimpi di industri musik. Lewat delapan lagu, ia menggambarkan suasana kota metropolitan yang dipenuhi lampu jalan, percakapan yang tak selesai, hingga rasa sepi yang terus hidup dalam diam. Pendekatan lirik yang jujur dan sederhana membuat album ini terasa dekat bagi siapa saja yang pernah merasakan kehilangan maupun pencarian arah hidup.
Sebagai lagu utama, Yaqin memilih “Purnama”, sebuah lagu tentang cinta yang tak sampai. Terinspirasi dari kisah nyata seorang teman dan nuansa emosional lagu “Bunga Terakhir” karya Bebi Romeo, “Purnama” mengajak pendengar memahami bahwa rasa sakit dan kehilangan dapat disampaikan dengan cara yang lembut, santun, dan penuh keindahan.
Dalam proses produksinya, Yaqin didukung oleh Bayu Aji sebagai road manager, Decky Anugrah sebagai produser, serta Daniel Silalahi yang mengisi permainan gitar. Kehadiran ketiganya menjadi bagian penting dalam menerjemahkan catatan-catatan pribadi Yaqin menjadi karya musik yang utuh dengan sentuhan retro khas era 80-an namun tetap relevan bagi pendengar masa kini.
Melalui “Kebiasaan”, Yaqin ingin menghadirkan album yang dapat menemani siapa saja yang sedang merasa gundah, lelah, atau kesepian di tengah hiruk pikuk kehidupan kota. Album ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan ruang untuk mengenang, berdamai dengan kehilangan, sekaligus membuktikan bahwa luka dapat disuarakan melalui musik yang hangat dan penuh makna. (Ysf)








