Kota Solok | MentrengNews. Com — Dalam upaya mengukur efektivitas dan ketercapaian penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), MTsN Kota Solok menggelar kegiatan Survei Kurikulum Berbasis Cinta di laboratorium komputer madrasah pada Selasa (20/10/2026) mulai pukul 10.30 WIB.
Kegiatan yang berlangsung secara digital ini melibatkan sekitar 50 murid representatif dari kelas VII, VIII, dan IX. Pemilihan responden dilakukan secara acak (random) melalui aplikasi Sahabat KBC yang telah terintegrasi langsung dengan basis data Education Management Information System (EMIS).
Pelaksanaan survei didampingi langsung oleh Plt. Kepala MTsN Kota Solok, Defit Arison, bersama dua orang guru pendamping, Erasanti dan Desri Arisandi. Penggunaan laboratorium komputer madrasah memastikan proses pengisian angket/survei berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan mekanisme sistemik yang ditetapkan.
Plt. Kepala MTsN Kota Solok, Defit Arison, menegaskan bahwa survei ini merupakan langkah krusial untuk mengevaluasi sejauh mana nilai-nilai KBC diinternalisasikan dalam ekosistem pendidikan madrasah.
“Survei Kurikulum Berbasis Cinta ini menjadi salah satu upaya untuk melihat bagaimana pelaksanaan KBC di madrasah. Kami berharap kurikulum ini tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga benar-benar tercermin dalam proses pembelajaran, sikap guru, dan perilaku murid sehari-hari. Dengan demikian, madrasah dapat menjadi lingkungan pendidikan yang menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, dan akhlak mulia,” tegas Defit.
Senada dengan hal tersebut, Erasanti, salah satu guru yang mendampingi kegiatan, menyampaikan bahwa refleksi melalui KBC memicu kesadaran mendalam bagi para pendidik tentang esensi mengajar.
“Menurut saya, Kurikulum Berbasis Cinta mengingatkan kita bahwa mendidik bukan hanya tentang menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga tentang membangun hubungan yang baik dengan murid. Melalui pendekatan ini, kami berharap murid merasa dihargai, nyaman dalam belajar, dan semakin terbiasa menerapkan sikap saling menghormati serta peduli terhadap sesama,” tuturnya.
Respons positif juga datang dari peserta didik. Avika Naelady, murid yang terpilih sebagai salah satu responden, mengaku bangga dapat berkontribusi langsung dalam proses evaluasi kurikulum di madrasahnya.
“Saya senang bisa ikut dalam survei ini karena kami mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran di madrasah. Menurut saya, belajar dengan penuh kasih sayang membuat kami merasa lebih nyaman, lebih berani menyampaikan pendapat, dan lebih menghargai guru serta teman-teman,” ungkap Avika.
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sendiri merupakan pendekatan pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, penghargaan terhadap sesama, serta pembentukan karakter. Penerapan KBC di lingkungan madrasah bertujuan menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, inklusif, sekaligus mendorong tumbuhnya akhlakul karimah.
Melalui pelaksanaan survei digital ini, MTsN Kota Solok berkomitmen memberikan kontribusi data evaluasi yang akurat. Hasil survei diharapkan dapat menjadi pijakan strategis dalam pengembangan pendidikan madrasah yang seimbang antara pencapaian akademis, pembentukan karakter, dan nilai-nilai humanis. (helda/rafki)










