Example floating
Example floating
Example 728x250
Example 728x250
Example 728x250
Daerah

Jaga Bumi dan Merawat Amanah Ilahiah, Kemenag Kota Solok Bersama Ponpes Al-Mumtaz Gaungkan Ekoteologi Islam pada HSN 2026

×

Jaga Bumi dan Merawat Amanah Ilahiah, Kemenag Kota Solok Bersama Ponpes Al-Mumtaz Gaungkan Ekoteologi Islam pada HSN 2026

Sebarkan artikel ini

Kota Solok  |  MentrengNews. Com — Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok memperkuat sinergi bersama Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Al-Mumtaz Muhammadiyah Kota Solok melalui aksi kepedulian lingkungan berbasis nilai keagamaan.

Kegiatan bertema “Menjaga Bumi, Merawat Amanah Ilahiah: Implementasi Fiqhul Biah dan Ekoteologi Islam demi Bumi yang Hijau dan Berkelanjutan” tersebut dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Al-Mumtaz Muhammadiyah Kota Solok pada Selasa (20/10/2026).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, S.Ag., M.M., Mudirah Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Al-Mumtaz Muhammadiyah Kota Solok, Ustadzah Surmayanti, S.TP., jajaran pejabat Kementerian Agama, para ustaz dan ustazah, serta seluruh santri.

Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, menyampaikan bahwa momentum Hari Santri Nasional hendaknya tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga diisi dengan langkah nyata yang menyentuh aspek kehidupan bermasyarakat dan beragama, salah satunya kelestarian lingkungan.

“Bumi adalah amanah Allah SWT yang wajib kita jaga bersama. Peringatan Hari Santri Nasional ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini melalui pendekatan fiqhul biah dan ekoteologi Islam. Santri harus tampil di garda terdepan sebagai pelopor kebersihan, perawat alam, dan penggerak gaya hidup ramah lingkungan,” ujar H. Amril.

Senada dengan hal tersebut, Mudirah Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Al-Mumtaz Muhammadiyah Kota Solok, Ustadzah Surmayanti, menyambut baik kolaborasi dan perhatian Kementerian Agama Kota Solok dalam mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan pendidikan pesantren.

“Pesantren tidak hanya bertugas mencetak generasi yang mahir ilmu agama dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter santri yang memiliki tanggung jawab sosial dan ekologis. Pemahaman agama harus diwujudkan dalam tindakan konkrit, seperti menjaga kebersihan pesantren, memilah sampah, dan merawat tanaman,” tutur Surmayanti.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik pembiasaan pola hidup berkelanjutan (sustainable living) di kalangan pesantren dan masyarakat Kota Solok secara umum, sekaligus menegaskan peran strategis santri dalam merawat bumi demi keberlangsungan masa depan bangsa. (helda/yulia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *