Mentreng.Com | Tanah Datar – Gerakan Seniman Masuk Sekolah ( GSMS), di Kabupaten Tanah Datar berjalan lancar dan mendapat apresiasi positif dari semua kalangan Pencinta Seni Tradisional sekolah, termasuk para wali murid.
SDN 02 Labuah, Lima Kaum adalah salah satu penerima Bantuan Pemerintah Bidang Kebudayaan Kemdikbud bersama puluhan SD dan SLTP di Tanah Datar Tahun 2021.
Kegiatan GSMS ini telah berlangsung sejak Agustus lalu dan direncanakan akan berakhir di November 2021. Kegiatannya berlangsung di sekolah-sekolah penerima bantuan dimulai dari pencarian bakat dan minat siswa, melatih siswa hingga penampilan hasil karya seni yang berbeda di tiap sekolah penerima bantuan ,yaitu ada yang berupa tari, memainkan alat musik, melukis, randai, dan pertunjukan seni kolaborasi dari tari,musik dan teater.
Di SDN 02 Labuahan latihan juga berlangsung lancar dan dapat apresiasi positif dari para wali murid dan Pemerintahan nagari Labuah.
Antusias ini terlihat ketika diadakkan pagelaran seni tersebut di SDN 02 Labuah, Lima Kaum Tanah Datar,Sumatera Barat.
Jelas sekali terlihat,banyak sekali penonton yang hadir.
Mereka itu tidak saja dari wali murid tetapi Wali Nagari Labuah EN.KH Muncak Rajo dari Pemerintahan Nagari juga hadir
“Saya sangat terharu saat menyaksikan permainan murid SD yang bertajuk Manyilau Kandang ini”,demikian Wali Nagari berkomentar.
Kepala Sekolah beserta semua guru di sekolah tersebut sangat bangga dengan kolaborasi sekolah dengan materi Adat “Baralek Gadang Manyilau Kandang” yang dikemas apik dan menyentuh oleh seniman bernama Momo Jebolan ISI Padang Panjang.
“Berkat GSMS ini sekarang SDN 02 Labuah telah memproklamirkan Sanggar Sekolah SDN 02 Labuah dengan nama Sangar Seni Sekolah Pucuak Nan Kambang SDN 02 Labuah”
Demikan Kepala SDN 02 Labuah Mittiarni,S..P.MM menjelaskan di sela pagelaran berlagsung.
Ketika ditanya tentang dampak dari GSMS ini bagi sekolah, Mittiarni,S.Pd.MM mengemukakan bahwa GSMS ini sangat berarti sekali bagi warga Sekolah Dasar yang selama ini telah memiliki bebagai macam alat musik, baik modern maupun tradisional, namun belum memiliki guru latih khusus bidang keseniann, sebab di SD yang ada hanya Spesialis Guru Kelas, Guru Olah Raga dan Guru Agama.
Sehingga pengoptimalan penggunaan alat musik yang telah ada belum bisa dilakukan
Tetapi dengan adanya GSMS ini maka persoalan penggalian bakat dan minat siswa dibidang seni telah dapat di asah dan di latih melalui pembinaan yang terprogram.
Program Kementerian Pendidikan dan Kebuayaan yang diteruskan ke sekolah – sekolah tingkat Dasar di Indonesia Tahun 2021 ini berlanngsung selama enam belas kali pertemuan yang di kelola langsung oleh Kemdikud melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten/ Kota.
Untuk tenaga Pelatih Dinas Dikbud Tanah Datar memberikan kesempatan kepada Seniman yang ada di Tanah Datar sesuai keahlian, di sekolah para seniman dibantu oleh Asisten Seniman yang berasal dari guru dari sekolah tersebut.
Akhir dari kegiatan GSMS ini nantinya adalah seebuah pagelaran Seni yang akan diapresiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten untuk diteruskan ke Kemdikbud di Jakarta akhir Oktober ini.
Semoga GSMS Tahun 2021 menjadi pengabdian dan prestasi tertinggi para seniman Tanah Datar di sekolah- sekolah selama pandemi covid- 19.(MIT).








