Oleh : DARMIWANDI, S.Ag, M.H.
“KANDIDAT ESELON III”
Saya ingat tapi saya lupa dan ingin tahu. Ingat saat terlaksananya rotasi, mutasi dan promosi di jajaran pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Solok. Saya lupa kapan pastinya hari, tanggal dan jam nya saat acara tersebut. Tetapi yang pasti, acara pelantikan adalah dalam suasana yang cukup menggamangkan hati dan pikiran karena Corona. Acaranya berlangsung sangat sederhana sekali dan jauh berbeda dengan kebiasaan sebelumnya. Penulis melihat photo-photonya melalui handphon yang dikirimkan oleh teman-teman. Photo-photo orang yang dilantik, sangat penulis kenal siapa orangnya, karena semuanya memang tidak asing lagi penulis.
Biliau yang dolantik pada hari yang penulis lupa dan tidak pula ingin tahu itu adalah: Bapak H.Emil Isra, H. Afrize, H. Amril, Muhibuttibri, Irawadi Uska, dan Rabamis. Mereka berbaris sesuai denagn yang ditentukan, Selain jarak yang melebihi aba-aba lencang kanan dan lencang depan, mereka diwajibkan untuk makai masker. Andaikan orang sesekali melihat yang sedang makai masker tersebut, maka boleh dipastikan dia tidak akan tahu siapa yang sedang dilantik.
Melihat dengan mata kepala akan sedikit berbeda melihat dengan pikiran. Kalau kita melihat dengan mata kepala, beliau yang baru di lantik akan terlihat biasa-biasa saja. Dari segi fisik, mereka semuanya hampir mempunyai postur tubuh yang sama. Masalah ada yang tinggi, gemuk dan lain sebagainya, itu adalah hal yang biasa. Boleh dikatakan hampir pasti, semua pejabat eselon IV/a yang baru-baru dilantik ini sedkit berbeda dengan penulis bila di pandang dari fisiknya. Bila penulis perhatikan pula dari sesi kesenioran dalam jabatan, maka mantan Kepala seksi Bimas Islam tentu yang sedikit dahulu dari yang lainnya. Perbedaan fisik, pola fikir dan kesenioran merupan hal yang tidak bisa terbantahkan. Bahkan, suatu hal yang mustahil rasanya bila semua sisi harus sama. Perbedaan itulah sebuah romantika.
Terlepas dari senior ataupun sisi sama dan beda lainnya, penulis akan mencoba melihat dan memperhatikan apa yang penulis ketahui saja dari masing-masing pejabat tersebut di atas. Muhibuttbri, yang biasa di panggil dengan pk.Eri. Beliau sebelumnya adalah salah seorang staf di seksi PAIS. Loyalitas kepada pimpinan cukup tinggi. Bekerja santai tetapi resposibelity dengan beban tugas diberikan kepada beliau. Pengetahuan dan pengalaman beliau di bidang pendidikan khusus di seksi PAIS tentu tidak diragukan lagi. Lima tahun lebih penulis masuk ke Kantor Kementerian Agama Kota Solok, penulis telah melihat beliau telah duduk juga di ruangan tersebut. Bermodalkan pengetahuan dan pengalaman serta dedikasi yang cukup tinggi, akhirnya beliau dipromosikan oleh pimpinan untuk menduduki jabatan di ruangan yang selama ini beliau berkiprah.
H. Amril. Belai adalah teman yang senasip dan seperjuangan yang telah melalang buana dalam mengabdikan diri pada Kementerian Agama, baik di Kota Solok maupun di Kabupaten Solok dan Solok Selatan. Sebelum diamanahi jabatan baru sekarang ini, yakni Kasi PD Pontren, beliau juga pernah menjadi Staf KUA Kecamatan, menjadi Kasi, menjadi Ka.Subbag dan menjadi Kasi lagi. Kalau diperhatikan dari pengetahuan dan pengalaman menjadi staf dan menjadi pejabat di jajaran Kantor Kementerian Agama Kota/Kab, maka eksperiens beliau tidak diragukan lagi. Tentu hal ini dibandingkan dengan penulis tulisan ini.
H. Afrizen. Bila di tanya kepada masyarakat Kota Solok, penulis yakin, umumnya masyarakat kota solok sangat kenal dengan seorang sosok yang sering di panggil dengan pk.H.Zen ini. Jangan lagi di tanya kepada pegawai kementerian Agama Kota Solok. Dari sekian orang yang baru d lantik lagi menjadi Pejabat di Kantor Kementerian Agama Kota Solok, beliau adalah satu-satu yang senior dari segi jabatan. Kenapa dikatakan seperti itu? Karena sebelum yang lain diamanhi menjadi pejabat, mungkin beliau telah menjadi pejabat duluan. Beliau menjadi pejabat bukan hanya di Kota Solok tetapi di Kabupaten Sijunjung dulu, beliau telah dipercaya juga menjadi pejabat. Lebih dari lima tahun beliau bersama kami di seksi Bimas Islam, beliau cukup menampakkan sosok seorang pemimpin yang mengayomi dan membimbing staf beliau. Nama sebuah style, tentu saja gaya kepemimpinan beliau ada bedanya dengan kepemimpinan lainnya. Banyak yang tahu, banyak juga yang tidak. Sepengetahuan penulis, Bapak H. Afrizen yang menjadi Kasi Penmad sekarang, banyak membuat terobosan dan cekatan menjalin komunikasi serta koordinasi dengan lintas sektoral lainnya.
Rabamis. Beliau memang orang yang baru juga menjadi Pejabat di Kantor Kementerian Agama Kota Solok. Melihat dan memperhatikan dedikasi dan sepak terjang beliau selama menjabat, rasanya tidak jauh tertinggal dengan pejabat senior lainnya. Pembawaan yang cukup tenang serta mudah beradapsi dengan lingkungan terutama dengan staf beliau, sehingga amanah yang dibebankan kepada bpaka Rabamin ini bisa berjalan lancar dan maksimal. Andaikan beliau kurang mampu mengemban amanah, mungkin beliau tidak diangkat kembali menjadi Kasi PHU. Sebagai orang yang baru diamanahi menjadi pejabat pada Kantor Kementerian Agama Kota Solok sekitar 2 tahun yang lalu, beliau tidak segan-segan bertanya dan minta pendapat kepada orang lain apabila ada persoalan yang mungkin beliau ragu tentang hal itu. Kepekaan dan kepedulian serta rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan rasanya patut di tiru oleh yang lain terutama oleh staf beliau.
Irawadi Uska. Ini adalah sosok pejabat yang enerjik dan penuh semangat. Kepiawaian dalam berkomunikasi dan berkoordinasi sangat baik sekali. Mungkin karena latar belakang dan/atau hobby beliau adalah pemikiran, maka persoalan yang berkaitan dengan pemikiran-pemikiran terutama tentang keagaamaan, beliau cukup responsif. Pengetahuan dan pengalaman beliau di lapangan dan juga sudah belasan tahun di KUA Kecamatan, telah mengantarkan belaiu menjadi Penyelenggara Zakat dan Wakaf pada Kementerian Agama Kota Solok. Miskipun ini adalah jabatan baru begi beliau, penulis yakin sekali bahwa beliau tidak akan merasa gamang memegang jabatan tersebut. Modal cukup, pengalaman ada, apa yang tidak bisa, sementara orang lain bisa.
H,Emil Isra. Beliau ini bukanlah orang baru yang penulis kenal. Awal penulis menerima SK CPNS di Kantor Depertemen Agama Kab.Solok. penulistelah menepati beliau menjadi seorang abdi nagara pada Kantor tersebut. Kecakapan beliau mengelola Haji dan Umrah tidak diragukan lagi. Bulan belasan tahun, tetapi puluhan tahun, beliau telah menggeluti yang berhubungan langsung dengan masyarakat khususnya calon dan/atau Haji. Galibnya, orang yang berkecimpung dengan masyarakat langsung, tidak akan canggung menghadapi orang lain di mana saja dia berada. Begitu jugalah dengan sosok Pak.H.Emil Isra ini. Cara berkomunikasi dan berkoordinasi, jangan dijarkan kepada beliau. Seni memenej sudah banyak baliau miliki. Hanya 2 tahun lebih kurang di percaya menjadi Penyelenggara Syariah, sekarang beliau diamanahi menjadi Ka.Subbag TU pada Kantor Kementerian Agama Kota Solok. Penulis yakin, pengalaman adalah modal besar bagi beliau untuk mengemban amanah yang cukup berat ini.
H.Adrinoviyan. Sosok yang satu ini tentu berbeda juga dengan pejabat lainnya yang baru dilantik menjadi Kasi Bimas Islam pada Kantor Kementerian Agama Kota Solok. Biala ditanyakan tentang ilmu pengetahuan agama dan pengalaman kerja di bidang kebimasan, maka beliau sudah memiliki modal yang cukup banyak. Beliau adalah seorang pejabat yang termuda di Kota Solok. Miskipun muda dari segi umur, tetapi pengalaman dan pengetahuan beliau tidak diragukan lagi. Andaikan ada yang belum beliau ketahui di seksi Bimas Islam, hal tersebut adalah lumrah dan bisa dipahami. Sebagai Pejabat termuda, penulis yakin bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama, hal-hal sekecil apapun di seksi Bimas Islam akan beliau kuasai. Kecerdasan dan keluwesan berfikir Kasi Bimas ini tidak diragukan lagi. Mungkin yang ragu adalah orang yang belum mengetahuai siapa beliau.
Seluruh pejabat eselon IV yang penulis sebutkan di atas adalah orang-orang pilihan. Untuk memegang amanah tersebut tentu bukanlah orang sembarangan atau asalan. Beliau orang yang mempunyai integritas dan loyalitas yang tinggi. Bilaua adalah pimpinan yang akan menjadi teladan bagi bawahannya. Beliau di mutasi, rotasi dan promosi tentu dengan harapan lembaga Kementerian Agama Kota Solok khususnya akan lebih begairah dan cerah lagi untuk masa yang akan datang. Di pundak beliau-beliau inilah ditumpangkan beban berat demi kemashlahatan umat. RATAK TANGAN BELIAU BERBERDA, SEKARANG ESELON EMPAT, BESOK ATAU LUSA JADI ESELON TIGA.
Penulis sabagai bagian dari bawahan beliau tentu berusaha pula semaksimal mungkin untuk membantu sesuai dengan kemampuan yang hanya apa adanya. Memberikan solusi dari sebuah persoalan dan tidak tertutup kemungkinan sebuah kritikan yang konstruktif miskipun pada akhirnya kebijakan pimpinan yang menentukan.
Wassalam, maaf dan terima kasih.








