Mentreng.com | Pariangan – Pohon pinang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Betel palm atau Betel nut tree, memiliki nama latin Areca catechu. Pohon pinang masuk dalam golongan famili Areceae pada ordo Arecales dan kelas monocotyle, atau termasuk dalam tumbuhan berkeping satu
Budidaya pinang hampir sama dengan budidaya kelapa. Sama halnya kelapa, budidaya pinang juga berasal dari buah. Kriteria buah yang bisa dijadikan bibit harus yang sudah tua dan dalam kondisi bagus.
Anggota Koramil 03/Pariangan
Kodim 0307/Tanah Datar Serda Robet Dameria Melaksanakan kegiatan inovatif masyarakat.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan tentang menginovasi masyarakat Pembibitan Pohon Pinang dan Mamfaatnya Buah Pinang
Kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk Pembibitan Cepat dan Mudah Penanaman Kembali pada Pohon Pinang

Sesuai instruksi Dandim 0307/TD Letkol Inf Wisyudha Utama melalui Pgs Danramil 03/prg Serma Adrian menrangkan bagaimana Cara menyemai buah tersebut cukup ditaruh di dalam kantong plastik atau polybag. Lamanya penyemaian memerlukan waktu 18 sampai 30 bulan. Saat itu, bibit sudah tumbuh dengan lima sampai tujuh helai daun dan sudah bisa ditanam.
Pohon pinang mulai berbuah dari umur 4 sampai 8 tahun. Pohon pinang bisa terus berbuah sampai umur 50 tahun, bahkan sampai 100 tahun. Pohon pinang berbuah 1 tahun sekali. Buah pohon pinang yang juga dikenal dengan nama pinang, butuh waktu selama 8 bulan untuk menjadi matang.
Manfaat pinang utamanya adalah sebagai tanaman obat. Pinang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya :
Untuk mengobati luka kulit. Caranya tumbuk daging buah pinang yang masih muda kemudian tempelkan pad bagian kulit yang terluka.
Untuk mengecilkan rahim setelah melahirkan. Caranya rebus buah piang muda kemudian meminum airnya secara rutin sampai rahimnya mengecil.
Untuk mengobati mata rabun. Caranya, peras buahnya kemudian meminum airnya.
Untuk mengobati cacingan, khususnya untuk mengobati cacing pita. Caranya, rebus biji pinang muda hingga mendidih, dinginkan airnya, kemudian minumkan air rebusan biji pinang tersebut kepada penderita cacingan.
Pinang juga bermanfaat sebagai penambah gairah bagi kaum pria karena dalam buah pinang terkandung arekolin.
Budaya Mengunyah Pinang
Mengunyah pinang dan sirih adalah tradisi, yang melekat pada adat-istiadat atau ritual sejak ribuan tahun lalu, di daerah Asia Selatan sampai Pasifik. Di Vietnam daun sirih dan jus pinang juga digunakan dalam ritual pernikahan sebagai simbol cinta.
Di India, pinang dianggap ramuan pertanda baik yang digunakan dalarn ritual agama, dan sebagai penghormatan secara individu. Di Maldives, mengunyah sirih sangat populer sebagaimana di Papua New Guinea, Kepulauan Solomon, Taiwan, Indonesia, Thailand dan juga para imigran di Australia Tenggara, Amerika Serikat dan Inggris.**








