Mentreng.com | Batipuh – Salah satu upaya untuk melakukan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) adalah dengan meningkatkan minat baca. Meningkatkan minat baca merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas peradaban suatu keluarga dan perguruan tinggi bahkan suatu bangsa.
Budaya membaca sangat terkait erat dengan tingkat kemajuan sebuah bangsa, misalnya: makin tinggi budaya baca pada sebuah negara, semakin maju pula negara tersebut.
Dalam hal ini Anggota Koramil 08/Batipuh Kodim 0307/Tanah Datar, Kopda Chrisman nduru melaksanakan kegiatan inovatif kepada masyarakat.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan tentang menginovasi masyarakat untuk “Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat Melalui Literasi” bertempat di Jorong Jirek Nagari Andaleh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (09/12/2021).
Dandim 0307/TD Letkol Inf Wisyudha Utama melalui Pgs Danramil 08/Btp Pelda Amrizal mengatakan, dengan melalui budaya membaca dan untuk meningkatkan minat baca tentunya bukan hanya tanggung jawab satu pihak, misalnya penerbit buku, namun jelas menjadi tanggung jawab semua pihak. Dalam hal ini yang utama adalah pemerintah sebagai pemangku kepentingan meningkatkan kecerdasan bangsa sepatutnya bertindak sebagai pemandu gerakan menumbuhkan minat baca masyarakat.
Selanjutnya lembaga pendidikan disegala segmen usia (termasuk perguruan tinggi), penerbit buku, serta orang tua serta keluarga menjadi komunitas dan support system yang mendukung peningkatan minat baca tersebut. Akan tetapi disadari benar bahwa meningkatkan minat baca bukanlah perkara mudah. Ada berbagai kendala yang menantang.
Kendala pertama adalah kendala kultural. Masyarakat Indonesia pada umumnya cenderung menyukai bahasa oral (percakapan) dari pada membaca. Budaya ngerumpi, dan gibah (membicarakan keburukan orang lain), obrolan ala warung kopi lebih populer dan familiar dibandingkan dengan membaca. Bahkan dalam pilihan aktivitas, masyarakat lebih cenderung menonton TV daripada membaca buku.
Ini jelas menjadi tantangan yang tidak ringan untuk diedukasi dan ditransformasi. Menumbuhkan minat baca secara strategis memberikan edukasi, khususnya membaca buku-buku ilmu pengetahuan akan menjadi pilihan aktivitas yang konstruktif.
Maraknya kenakalan remaja, meningkatnya penderita HIV dan AIDS, hingga tingginya angka kriminalitas salah satunya disebabkan oleh tidak adanya pilihan masyarakat untuk melakukan kegiatan konstruktif yang membekali diri untuk menambah wawasan.
Hiburan-hiburan TV sekarangpun juga banyak dijejali oleh sinetron-sinetron yang hanya menjual roman percintaan dan mengaduk-aduk perasaan penontonnya. Gaya hidup instan juga digambarkan dalam pola kehidupan yang konsumtif dengan dandanan yang glamour.
Pertengkaran keluarga, hingga konflik domestik rumah tangga diungkapkan dalam acara-acara infotaiment menjadi konsumsi publik seolah tidak ada nilai-nilai dan kaidah-kaidah moral ataupun etis yang dijaga sama sekali. Maka perspektif isi dan kualitasnya, bisa dibuktikan bahwa membaca buku merupakan aktifitas yang lebih edukatif daripada menonton TV atau ngobrol dan ngerumpi.
Sementara di keluarga kita saksikan secara kasat mata, kegiatan yang berhubungan dengan pembelajaran dan membaca buku tidak menjadi habitus atau kebiasaan. Banyak keluarga yang tidak mengarahkan anggota keluarganya untuk membaca sebagai bagian dari sarana membangun peradaban keluarga sebagai cikal bakal membangun peradaban bangsa. Tak terkecuali perpustakaan dan taman baca kadang sepi pengunjung dan kehadiran orang-orang yang enggan membaca.
Kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk Menambah ilmu Pengetahuan Masyarakat.**







