Mentreng.com | Pariangan – Babinsa Koramil 03/Pariangan Kidim 0307/Tanah Datar, Serda Robet Dameria melaksanakan pemeliharaan cacing untuk pakan belut dan beserta 1 org masyarakat yang peduli dan tidak mempunyai pekerjaan tetap di kandang milik Serda Robet Dameria seluas 1 X 2 M di Jorong Bulu Kasok Nagari Tabek Kecamatan Pariangan Tanah Datar, Minggu (03/04/2022).
Dandim 0307/TD Letkol Inf Wisyudha Utama melalui Danrail 03/PRG Letda Inf Muchadi menerangkan bahwa, Cacing tanah termasuk pakan alami bagi belut yang mudah dan cepat dibudidayakan. Di alam, hewan yang memiliki nama latin Lumbricus rubellus ini hidup di tanah berhumus. biasanya di tempat pembuangan sampah yang lembap. Hewan ini Hidup di dalam tanah atau di bawah tumpukan sampah, ucap Danramil.
sebenarnya cacing tanah bisa dikembangkan dengan cara sebagai berikut :
1. Siapkan tempat berupa kotak kayu atau terpal berukuran 0,5 x 0,5 meter yang di bagian pinggirnya diberi penyangga bambu.
2. Siapkan media pemeliharaan cacing tanah, yakni kotoran sapi secukupnya, sisa sayuran yang telah membusuk, tanah, dan serbuk gergaji. Hindari memasukkan bahan-bahan seperti kulit jeruk atau bawang merah ke dalam media pembesaran cacing. Kotoran sapi yang baik untuk digunakan pada budi daya cacing tanah adalah kotoran yang masih berada dalam perutsapi. Kotoran ini bisa didapatkan di tempat pemotongan hewan.
3. Campur semua bahan menjadi satu, lalu masukkan ke dalam wadah pemeliharaan cacing.
4. Masukkan bibit cacing, banyaknya sekitar 1 ons (100 gram). Dalam waktu sekitar 1-2 minggu cacing sudah berkembang biak dalam jumlah banyak. Agar tidak menumpuk, cacing yang akan diberikan sebagai pakan sebaiknya dipisahkan.**








