Mentreng.com | X Koto –Babinsa Koramil 05/X Koto jajaran Kodim 0307/Tanah Datt, Serda Bobby laksanakan panen daun bawang sebanyak 1.200 batang dan seledri sebanyak 750 batang dibantu 3 orang masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan tetap di lahan milik Bapak Yefrizal seluas 35 X 50 M di Jorong Pagu-Pagu Kecamatan X Koto, Jum’at (17/06/2022).
Daun bawang (Allium fistulosum L. N) termasuk jenis sayuran yang populer di negeri ini. Kegunaannya banyak dipakai sebagai bahan pelengkap sebuah masakan. Di samping itu, daun bawang juga sering dipakai buat pengobatan suatu penyakit. Dari segi kesehatan, jenis sayuran dari kelompok bawang ini dipercaya mampu peningkatan kesehatan kulit, rambut, dan pencernaan. Karena kegunaannya tersebut, permintaan daun bawang di masyarakat terus meningkat. Salah satu petani yang menekuni usaha budidaya daun bawang dan Seledri adalah Bapak Yefrizal seluas 35 X 50 M di Jorong Pagu-Pagu Kecamatan X Koto.
Ia sudah menanam daun bawang sejak tahun 2009 lalu Yefrizal membudidayakan daun bawang dan seledri di lahan seluas 35×50 M. Lahan pertanian ini memang cocok buat mengembangkan sayuran karena berada di daerah dataran tinggi, yakni 900 meter di atas permukaan laut.
Dari lahan tersebut, yang ditanamai daun bawang dan seledri. Yefrizal mengaku tertarik menanam daun bawang dan seledri karena permintaannya tinggi. Selain itu, panen daun bawang juga cepat. Tanaman ini sudah bisa dipanen dalam waktu 2,5 bulan sejak ditanam.
” Yefrizal mengatakan, Karena permintaannya tinggi, ia mengaku hasil panennya selalu habis diserap pasar. Yefrizal menjual daun bawang per bal. Satu bal terdiri dari 10 ikat yang dihargai Rp 12.000.
Sekali panen ia bisa mengantongi omzet 5 juta. Selain dari hasil panen sendiri, omnzet itu didapat dari jual beli daun bawang. Maklum, selain petani, Yefrizal juga pedagang pengumpul (pengepul). Ia memasarkan daun bawangnya ke berbagai daerah di Sumatera Barat.
Yefrizal sudah membudidayakan tanaman ini sejak 2008. Menurutnya , budidyaa daun bawang sangat mudah dan menguntungkan. “Permintaannya lumayan banyak,” katanya.
Ia hanya mengembangkan daun bawang di lahan seluas 35×50 meter persegi (m²). Modal buat menanam daun bawang dan seledri hanya habis Rp 500.000 buat membeli bibit. Biaya perawatan juga murah karena tidak memerlukan pupuk dalam jumlah banyak.
Sementara hasilnya bisa mencapai jutaan rupiah sekali panen. Dalam setahun ia bisa enam kali panen. Sekali panen bisa menghasilkan sekitar dua mobil bak terbuka, atau jika ditimbang bisa mencapai 100 kilogram (kg)–150 kg. Setiap 1 kg dihargai hingga Rp 13.000. “Omzet setiap panen mencapai Rp 2 juta,” ujarnya. (Pendim 0307/TD)








