Kota Solok | MentrengNews. Com — Menyikapi maraknya ancaman bahaya narkoba yang kian mengincar generasi muda, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Solok Raya resmi merapatkan barisan. Langkah strategis ini diawali melalui pertemuan kelembagaan yang berlangsung hangat di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, Rabu (13/8).
Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, didampingi Kasubbag TU, H. Adrinoviyan, Kasi Penmad, H. Muhibut Tibri, dan Kasi Pd. Pontren, Fauzi, menyambut langsung kedatangan Kepala BNN Solok Raya, M. Febbie Jufri, beserta jajaran tim BNN.
Kunjungan ini berfokus pada penguatan kerja sama edukasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan edukasi pendidkan, keagamaan, khususnya madrasah dan pondok pesantren di wilayah Kota Solok. Guna memperkuat kekuatan hukum dan komitmen kedua belah pihak, sinergi ini akan dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam waktu dekat.
H. Amril menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif BNN Solok Raya untuk bergerak bersama membentengi para siswa dan santri dari bahaya barang haram tersebut.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran Tim BNN Solok Raya. Madrasah dan pondok pesantren adalah benteng moral bangsa. Remaja dan pelajar saat ini menjadi sasaran paling rentan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, kita tidak bisa bekerja sendiri. Langkah antisipasi dan edukasi sejak dini harus dimasifkan,” tegas H. Amril.
Terkait tindak lanjut kerja sama di lapangan, H. Amril memastikan bahwa program edukasi ini akan langsung menjangkau unit-unit pendidikan di bawah naungan Kemenag.
“Rencana penandatanganan MoU mendatang bukan sekadar seremonial formalitas, melainkan komitmen nyata. Setelah penandatanganan, program sosialisasi, edukasi pencegahan, dan deteksi dini akan langsung diterjunkan ke madrasah-madrasah dan pesantren. Generasi yang sehat lahir, batin, dan bebas narkoba adalah kunci utama untuk mewujudkan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(helda)








