Kota Solok | MentrengNews. Com – Di tengah khawatirnya kondisi pergaulan remaja saat ini, penanaman nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini dinilai menjadi perisai utama bagi generasi muda. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok yang diwakili Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Fauzi, S.Sos.I., M.H., dalam acara Khatam MDTA Surau Aur Kuning, Simpang Rumbio, Minggu (5/7/2026).
Dalam sambutannya, Fauzi menyampaikan pesan mendalam kepada sepuluh santri yang merayakan kelulusannya. Ia mengingatkan bahwa momentum khatam bukanlah akhir, melainkan awal komitmen seumur hidup bersama Al-Qur’an.
“Bagi yang khatam, berjanjilah untuk menjaga Al-Qur’an dengan terus membacanya, menghafalnya, memahaminya, mengamalkannya, dan mengajarkannya,” ujar Fauzi di hadapan para wali murid dan tokoh masyarakat.
Lebih lanjut, Fauzi memaparkan lima keutamaan luar biasa bagi mereka yang senantiasa menjaga kedekatan dengan Kitab Suci:
1. Mendapatkan petunjuk langsung dari Allah SWT.
2. Memperoleh ketenangan hati dalam menjalani hidup.
3. Diangkat derajatnya oleh Allah SWT.
4. Mendapatkan syafaat (penolong) di hari kiamat kelak.
5. Membentuk pribadi yang berakhlak mulia.
Menyikapi realitas sosial hari ini, Fauzi secara khusus memberikan wejangan kepada para orang tua agar tidak lengah. Menurutnya, ancaman dan bahaya pergaulan negatif di luar rumah mengintai anak-anak setiap saat.
“Dengan kondisi pergaulan luar yang sedang tidak baik-baik saja, tidak ada jalan lain selain menanamkan Al-Qur’an di dalam hati anak dan mengamalkannya. Orang tua harus intens mengawasi anak-anaknya. Ingat, waktu anak berada di rumah jauh lebih lama daripada di sekolah,” tutup Fauzi tegas.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Tokoh masyarakat setempat, Abdurrahman, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan 10 santri yang berhasil khatam tahun ini. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada majelis guru yang telah sabar mendidik hingga para santri mampu mengamalkan ilmu mereka.
Senada dengan itu, Pengurus Surau Aur Kuning, Abdullatif, S.H.I., M.H., mengingatkan kembali nilai historis tempat tersebut.
“Surau Aur Kuning adalah sejarah pendidikan yang menjadi pondasi untuk menggali ilmu. Perjuangan Angku Aur sebagai pendiri surau dalam memperjuangkan ilmu agama harus kita teruskan dengan cara mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Sementara itu, Lurah Simpang Rumbio dalam sambutannya kembali menekankan kepada para santri bahwa khatam MDTA bukanlah titik akhir dalam menimba ilmu agama. Pihak kelurahan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pengurus mushala, Yulhendri, atas kerja kerasnya menyukseskan acara ini.
Kemeriahan acara khatam ini kian terasa istimewa karena dibalut erat dengan tradisi lokal yang kental. Acara dihadiri langsung oleh tokoh masyarakat, bundo kanduang, dan bako.
Kemeriahan ditutup dengan prosesi arak-arakan nasi kuniang (nasi kuning) yang berjalan meriah, mencerminkan tingginya pelestarian budaya adat Kota Solok yang bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah. (helda)








