Ogan Komering Ilir | MentrengNews. com — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak cukup hanya mengandalkan patroli dan pemadaman. Keterlibatan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah rawan menjadi kunci untuk mencegah api sejak dini.
Pendekatan itu diperkuat PT Bumi Mekar Hijau (BMH), mitra pemasok APP Group, melalui program Zero Fire di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Melalui Distrik Sungai Penyabungan, PT BMH menyalurkan bantuan sembako kepada 245 kepala keluarga (KK) di Dusun II dan Dusun III, Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, Senin (14/9/2026).
Bantuan tersebut terdiri dari 4.900 kilogram beras, 490 kilogram gula, dan 490 liter minyak goreng.
Namun, bantuan sosial tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan warga. BMH juga menjadikannya sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mencegah karhutla.
Distrik Manager Sungai Penyabungan PT BMH, Rizal Zekky Sitorus, mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun sistem pencegahan karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi risiko kebakaran.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan karhutla serta menjaga hubungan harmonis antara masyarakat dengan pihak perusahaan,” ujar Rizal.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sejak dini, sekaligus membangun kesadaran bersama agar potensi kebakaran dapat ditekan.
Program tersebut mendapat dukungan dari sejumlah unsur di Kecamatan Pangkalan Lampam.
Perwakilan Satgas Karhutla Yonif TP 893/KBK Kodam II/Sriwijaya, Letda Cpl M Zunus, mengapresiasi bantuan yang diberikan PT BMH kepada masyarakat Desa Riding.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT BMH atas bantuan sembako dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Dusun II dan Dusun III, Desa Riding. Bantuan ini tentunya sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat,” katanya.
Zunus menilai kolaborasi perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan menjaga lingkungan, terutama di tengah ancaman karhutla.
Hal senada disampaikan Kepala Sentral Pelayanan Terpadu (KSPK) Polsek Pangkalan Lampam, Aipda Irhandi Kasmara. Ia menyebut bantuan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan bantuan sosial dari PT BMH Distrik Sungai Penyabungan kepada warga Desa Riding, khususnya Dusun II dan III. Semoga kegiatan ini dapat mempererat hubungan sosial serta menjalin silaturahmi yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 12 Desa Riding, Arion, mengatakan bantuan tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako dari PT BMH. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama dan komunikasi yang baik antara masyarakat dengan PT BMH dapat terus terjalin,” tuturnya.
Melalui program Zero Fire, PT BMH menempatkan masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada bantuan sosial, tetapi terus berkembang menjadi kesadaran dan partisipasi bersama dalam menjaga lingkungan serta mencegah kebakaran hutan dan lahan secara berkelanjutan. (Ir)








