DOKTER KLINIK KALIANDA SEHAT DISOROT SOMBONG, DINAS KESEHATAN BARU TURUN SETELAH VIRAL
Lampung Selatan | Mentreng.com
28 April 2026 —- Kepedulian pemerintah daerah langsung ditunjukkan menyusul hebohnya kasus dugaan kelalaian medis yang menimpa warga. Camat Kalianda, Ruris Apdani, S.Pd., bersama Kepala Kelurahan Way Urang, Iman Wahyudi SH.MM, melakukan kunjungan langsung Ke rumah korban pada hari Senin, 27 April 2026 kemarin.
Dalam kunjungan tersebut, Camat Kalianda memberikan keterangan yang sangat mengejutkan dan menjadi sorotan tajam publik. Beliau menegaskan bahwa memang ada permasalahan serius terkait pelayanan kesehatan di tempat tersebut.
“Memang benar, obat-obatan di klinik tersebut kurang bagus,” tegas Ruris Apdani secara terbuka.
Pernyataan ini bukan sekadar omong kosong, melainkan BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI. Beliau mengakui bahwa dirinya sendiri pernah berobat di Klinik Kalianda Sehat SEBELUM MENJADI CAMAT, kualitas obat Ini membuktikan bahwa keluhan masyarakat bukanlah isu baru, melainkan fakta yang sudah lama terjadi.
PENELUSURAN MENTRENGNEWS: DOKTER BERSIKAP SOMBONG, PELAYANAN BURUK
Tim Mentrengnews.com melakukan penelusuran mendalam ke beberapa sumber yang pernah berobat di klinik yang sama. Hasilnya sangat mengejutkan, RATA-RATA MENGELUHKAN HAL YANG SAMA.
Selain soal kualitas obat, keluhan terbesar yang muncul adalah soal pelayanan dan sikap tenaga medis. Banyak pasien mengaku kecewa karena dokter yang bertugas bersikap SOMBONG, TIDAK RAMAH, DAN KURANG MENGHARGAI PASIEN.
Sikap dingin, Tak ada Keramahan ini menjadi keluhan utama yang membuat masyarakat enggan dan takut untuk berobat kembali. Ternyata, buruknya pelayanan dan kualitas obat ini sudah menjadi rahasia umum lama, namun tidak kunjung diperbaiki hingga akhirnya terjadi musibah.
BARU BERGERAK SETELAH VIRAL, SEBELUMNYA CUEK SAJA,
Keluarga korban juga menceritakan kekecewaan mendalam mereka. Menurut penuturan korban, baru hari kemarin Dinas Kesehatan turun ke lokasi bersama pihak pengelola Klinik Kalianda Sehat.
Yang menjadi pertanyaan besar, mereka baru bergerak, baru peduli, dan baru turun tangan SETELAH KASUS INI VIRAL, HEBOH, DAN MEMBUAT LAMPUNG SELATAN BERGUNCANG.
“Sebelum viral dan menjadi bahan pembicaraan publik, mereka mengabaikan begitu saja. Tidak ada perhatian, tidak ada tindakan. Padahal korban sudah menderita parah,” ungkap keluarga korban.
Fakta ini memperlihatkan betapa lambatnya respon dan kurang peka nya pihak terkait dalam menangani aspirasi masyarakat. Kasus ini membuktikan bahwa tanpa tekanan publik dan media, masalah serius seperti ini bisa saja dibiarkan dan ditutup-tutupi.
Kini masyarakat menuntut, jangan hanya turun saat sudah menjadi berita besar. Evaluasi total dan tindakan tegas harus segera dilakukan demi keselamatan nyawa warga.
Redaksi: Mentrengnews.com
Penulis : Sholeh MTV
Suara Rakyat | Tajam, Berani, Mengawal Keadilan








