Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Bukan Sekadar Retorika! Kemenag Kota Solok Tabuh Genderang Revolusi Madrasah Berprestasi 2026

×

Bukan Sekadar Retorika! Kemenag Kota Solok Tabuh Genderang Revolusi Madrasah Berprestasi 2026

Sebarkan artikel ini

Kota Solok  |  MentrengNews.com — Sebuah langkah revolusioner dan sarat ketegasan resmi bergulir di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok. Tidak main-main, komitmen untuk mendongkrak mutu pendidikan Islam kini dikunci lewat sebuah pakta integritas yang memiliki konsekuensi jabatan. Jika target gagal dipenuhi, siap-siap saja kursi kepemimpinan madrasah bakal dievaluasi.

Kamis (04/06/2026), bertempat di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, suasana khidmat menyelimuti prosesi penandatanganan komitmen dan strategi kepala madrasah se-Kota Solok. Agenda strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, dengan didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), H. Muhibut Tibri.

Dalam orasi pembukaannya yang membakar semangat, H. Amril menegaskan bahwa perubahan di tubuh madrasah harus bersifat nyata dan terukur. Beliau menuntut agar seluruh madrasah, khususnya tiga madrasah negeri pionir di Kota Solok, mampu menyuguhkan bukti konkret prestasi, bukan sekadar laporan di atas kertas.

“Penandatanganan komitmen ini bukan formalitas belaka. Ini memiliki konsekuensi logis. Saya ingin madrasah di Kota Solok lebih menggeliat, terbuka, dan fleksibel dalam menerima masukan demi kemajuan. Kita butuh bukti nyata, bukan sekadar retorika belaka!” tegas H. Amril dengan nada penuh penekanan.

Sebagai sosok yang dikenal luas sebagai “Bapak Inovasi”, H. Amril menuntut adanya pendataan berkala terhadap siswa dan madrasah berprestasi untuk menghadapi ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2026. Tak hanya itu, ia menginstruksikan jajarannya untuk memperluas jaringan kolaborasi, mulai dari merangkul orang tua siswa, instansi terkait, hingga menggandeng perguruan tinggi negeri maupun swasta terkemuka.

Demi memastikan komitmen ini berjalan di jalur yang benar, Kasi Penmad bersama jajaran staf diwajibkan untuk turun ke lapangan melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara ketat setiap tiga bulan sekali. Langkah ini diambil guna mendeteksi secara dini kendala-kendala yang dihadapi madrasah di lapangan.

Gayung bersambut, Kasi Penmad Kemenag Kota Solok, H. Muhibut Tibri langsung tancap gas dengan memaparkan dua program inovasi andalan yang saat ini digawangi oleh Seksi Penmad, yakni program “Penmad dalam Angka” dan gerakan spiritual “SIKAMPUS”.

“Melalui inovasi SIKAMPUS, kami mengajak seluruh elemen madrasah—mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan—untuk membudayakan ibadah puasa Senin dan Kamis. Ini adalah fondasi spiritual untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh,” jelas H. Muhibut Tibri.

8 Pilar Strategis Menuju Madrasah Unggul dan Mandiri
Adapun pakta komitmen yang ditandatangani oleh para kepala madrasah tersebut mencakup delapan pilar utama strategi transformasi, antara lain:
1. Penguatan tata kelola madrasah yang akuntabel dan transparan.
2. Peningkatan prestasi akademik peserta didik di semua tingkatan.
3. Peningkatan prestasi non-akademik (bakat, seni, dan olahraga).
4. Penguatan karakter dan budaya religius yang mengakar.
5. Peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (sarana upgrading).
6. Pengembangan sarana dan prasarana penunjang belajar yang modern.
7. Pemanfaatan teknologi informasi berbasis digitalisasi madrasah.
8. Penguatan kemitraan strategis dan partisipasi aktif dari masyarakat luas.

Keberhasilan megaproyek pendidikan ini nantinya akan diukur secara kuantitatif dan kualitatif melalui indikator yang sangat ketat. Mulai dari lonjakan jumlah peserta didik baru setiap tahunnya, grafik nilai akademik dan kelulusan yang terus meroket, raihan medali prestasi, hingga indeks kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan madrasah.

Dengan mengusung slogan monumental dari H. Amril, “Madrasah Maju, Pendidikan Berdampak”, Kemenag Kota Solok optimis mampu melahirkan madrasah yang tidak hanya unggul dan mandiri, namun juga memiliki daya saing tinggi di kancah nasional maupun global. (helda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *