Example floating
Example floating
Example 728x250
Example 728x250
Example 728x250
Daerah

Bumi Madrasah Makin Asri, MTsN Kota Solok Bumi-kan Program Ekoteologi Lewat Gotong Royong

×

Bumi Madrasah Makin Asri, MTsN Kota Solok Bumi-kan Program Ekoteologi Lewat Gotong Royong

Sebarkan artikel ini

Kota Solok  |  MentrengNews. Com — Menanamkan kecintaan terhadap lingkungan hidup dapat dimulai dari tindakan sederhana. Semangat tersebut diwujudkan oleh MTsN Kota Solok melalui aksi gotong royong membersihkan dan menata lingkungan madrasah pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan serta pembiasaan program inovasi ekoteologi yang berlandaskan panduan Kurikulum Berbasis Cinta Kementerian Agama.

Aksi yang melibatkan seluruh elemen madrasah—mulai dari pimpinan, tenaga pendidik, hingga para siswa—berfokus pada pembersihan area madrasah serta penanaman dan penataan bunga di taman. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang indah, nyaman, asri, dan sejuk guna mendukung proses pembelajaran murid.

Pelaksanaan program pendidikan berbasis pembiasaan ini ditinjau langsung melalui peninjauan lapangan oleh jajaran kepemimpinan madrasah untuk memastikan keberlanjutan dan dampaknya terhadap kesadaran lingkungan siswa.

Plt. Kepala MTsN Kota Solok, Defit Arison, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan secara konsisten melalui kebiasaan dan keteladanan nyata di lapangan, bukan sekadar teori di dalam kelas.

“Kepedulian terhadap lingkungan harus kita tanamkan sejak dini melalui kebiasaan sederhana. Gotong royong ini bukan hanya tentang membersihkan madrasah, tetapi juga mengajarkan kepada siswa tentang tanggung jawab, kebersamaan, dan bagaimana mencintai serta menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan kita,” ujar Defit di sela-sela peninjauan kegiatan.

Ia menambahkan, penguatan nilai ekoteologi menjadi fondasi penting agar siswa memandang alam sebagai ciptaan Tuhan yang wajib dijaga, sehingga kepedulian lingkungan bertransformasi menjadi bagian dari penghayatan nilai keagamaan.

Dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh para peserta didik sebagai penerima manfaat. Salah seorang siswa MTsN Kota Solok mengungkapkan kesannya saat ikut menanam bunga dan membersihkan taman bersama teman-temannya.

“Kegiatan ini seru sekali karena kami belajar bekerja sama dan berbagi tugas. Lingkungan sekolah jadi jauh lebih bersih dan indah. Kami jadi lebih paham kalau merawat tanaman itu bagian dari rasa syukur dan tanggung jawab kami sebagai siswa,” ungkap Shafiatul Khaira, siswa MTsN Kota Solok.

“Saya senang ikut goro bersama teman-teman. Selain lingkungan madrasah jadi lebih bersih, kami juga bisa bekerja sama dan saling membantu. Rasanya lebih seru kalau dikerjakan bersama-sama,” tambahnya

Pelaksanaan kegiatan inovatif ini mendapat dukungan penuh dari komite madrasah serta jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Solok. Dukungan lembaga tersebut menegaskan komitmen bersama dalam mendorong Kurikulum Berbasis Cinta agar tidak berhenti pada penguasaan materi teknis, melainkan membentuk karakter peduli, disiplin, dan berwawasan ekologis dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Gotong royong akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan membersihkan halaman. Di dalamnya terdapat proses pendidikan tentang cinta, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian terhadap alam. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter peserta didik MTsN Kota Solok.(helda/rafki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *