Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

DPD TMI Aceh Tamiang Sampaikan Aspirasi Petani Tamiang ke BPLIP Wilayah Sumut

×

DPD TMI Aceh Tamiang Sampaikan Aspirasi Petani Tamiang ke BPLIP Wilayah Sumut

Sebarkan artikel ini

Aceh Tamiang  |  MentrengNews. Com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan petani kepada Bada Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Wilayah Sumatera Utara (Sumut), terutama terkait kondisi sektor pertanian Kabupaten Aceh Tamiang yang masih menghadapi berbagai tantangan pascabanjir.

Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian Tani Merdeka Indonesia terhadap kondisi petani di Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir. Banjir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap lahan pertanian, tanaman pangan, sarana produksi, serta keberlangsungan usaha para petani.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, mengatakan bahwa kondisi pertanian pascabanjir membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius dari berbagai pihak.

Menurutnya, petani merupakan salah satu kelompok yang cukup merasakan dampak ketika terjadi bencana banjir. Lahan yang terendam dapat menyebabkan tanaman mengalami kerusakan, sementara petani juga harus kembali mengeluarkan biaya untuk membersihkan lahan, membeli benih, pupuk, serta mempersiapkan kembali musim tanam berikutnya.

“Kami menyampaikan aspirasi para petani Aceh Tamiang agar kondisi mereka pascabanjir mendapat perhatian. Petani membutuhkan dukungan nyata untuk dapat kembali mengelola lahan dan melanjutkan usaha pertanian mereka,” ujar M. Prawira Haji.

Ia menambahkan, pemulihan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan melihat kondisi lahan setelah air surut. Menurutnya, perlu dilakukan pendataan dan identifikasi secara menyeluruh terhadap dampak yang dialami petani, termasuk kondisi tanaman, lahan, sarana produksi dan kebutuhan petani untuk kembali berproduksi.

DPD TMI Aceh Tamiang juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, lembaga pertanian dan kelompok tani dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana petani bisa segera bangkit. Jangan sampai setelah bencana banjir berlalu, persoalan petani justru terlupakan. Mereka membutuhkan pendampingan, akses terhadap sarana produksi dan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan,” tegasnya.

Selain persoalan dampak banjir, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian secara berkelanjutan. Aceh Tamiang memiliki potensi pertanian yang besar sehingga diperlukan perhatian terhadap produktivitas, ketersediaan sarana produksi, infrastruktur pertanian, pengairan, serta peningkatan kesejahteraan petani.

M. Prawira Haji berharap penyampaian aspirasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam merumuskan langkah konkret untuk membantu petani Aceh Tamiang.

“Kami ingin memastikan suara petani sampai kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan. Tani Merdeka Indonesia akan terus mengawal aspirasi petani dan mendorong agar program pemulihan maupun pembangunan pertanian benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat petani,” pungkasnya.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari perjuangan dan penguatan sektor pertanian di daerah, termasuk mengawal kebutuhan petani dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul pascabencana. (RM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *