Kota Solok | MentrengNews. Com – Di tengah tantangan merawat kebinekaan di lingkungan pendidikan, Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kota Solok mengambil langkah taktis. Sebanyak 35 Guru PAI se-Kota Solok berkumpul di Aula Abu Bakar Siddiq pada Kamis (11/6/2026) untuk mengikuti pembinaan intensif mengenai Moderasi Beragama.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Kemenag Kota Solok, termasuk Kasi PAIS, Kasi PD Pontren, dan Penyelenggara ZAWA. Tidak tanggung-tanggung, dua figur sentral Kemenag Kota Solok, yaitu Kepala Kantor Kemenag H. Amril dan Kasubbag TU H. Adrinoviyan, turun langsung menjadi narasumber utama untuk membekali para pahlawan tanpa tanda jasa ini.
Guru PAI dinilai memiliki posisi krusial sebagai agen perubahan (agent of change) yang bersentuhan langsung dengan generasi muda. Oleh karena itu, pembinaan ini dirancang khusus untuk memperkuat peran mereka dalam menyemaikan nilai-nilai toleransi dan inklusivitas, sekaligus membentengi lingkungan sekolah dari pemahaman yang ekstrem.
Saat wawancara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, H. Amril, memberikan penekanan khusus mengenai urgensi kegiatan ini. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus menitipkan harapan besar di pundak para guru.
“Guru PAI adalah wajah kementerian kita di sekolah. Tugas Bapak dan Ibu bukan sekadar mentransfer ilmu spiritual, melainkan menjadi jangkar kedamaian. Di era digital yang penuh dengan arus informasi tanpa filter, guru PAI harus menjadi filter pertama yang meluruskan pemahaman keagamaan siswa agar tetap berada di jalur yang moderat, tidak ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.”ungkap H. Amril
“Saya berharap, setelah keluar dari ruangan ini, ke-35 guru yang hadir hari ini mampu menjadi ‘Garda Terdepan’ dalam menjaga harmoni di Kota Solok. Praktikkan ilmu ini di kelas. Jadikan sekolah sebagai laboratorium toleransi, di mana perbedaan dihormati dan inklusivitas dijunjung tinggi. Saya ingin melihat Guru PAI Kota Solok menjadi teladan yang melahirkan generasi cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan inklusif secara sosial.”tambahnya
Melalui pembinaan ini, diharapkan suasana belajar-mengajar di seluruh sekolah di Kota Solok dapat semakin sejuk. Guru PAI dituntut kreatif dalam menyisipkan pesan-pesan perdamaian dan saling menghargai di setiap materi pembelajaran.
Dengan sinergi yang kuat antara Kemenag dan para pendidik, komitmen Kota Solok untuk tetap menjadi kota yang rukun, aman, dan toleran di masa depan optimis dapat terus terjaga dan dirawat dengan baik. (helda/ghina)









