Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

“IRADAT”

×

“IRADAT”

Sebarkan artikel ini

Oleh : Darmiwandi, S.Ag. M.H

Banyak kejadian yang luarbiasa yang didengar, dilihat dialami dalam kehidupan ini. Kejadian yang luarbiasa bukan hanya dialami oleh orang lain tetapi kita sendiri pun mengalaminya. Lain yang direncanakan, lain yang menjadi kenyataan. Kadang-kadang kejadian diluat nalar dan pikiran manusia biasa. Dalam kondisi tersebut, disanalah sebagian manusia menyadari kekurangan dan kelemahannya, bahwa dibalik kejadian yang luarbiasa dan diluar pikiran manusia ada Yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak.

Dialah Allah. Bila Allah berkehendak, tidak akan ada seorangpun yang akan menghalanginnya. Inilah yang disebut Iradat Allah. Iradat adalah salah satu sifat 20 yang wajib bagi Allah (menurut ilmu tasawuf).
Mengaji dan mengkaji sifat 20 merupakan sebuah kajian yang menarik. Menarik karena kajiannya cukup menalaah dan mendalam. Tidak bisa hanya dipahami dengan akal tetapi imanlah yang dikemukakan. Kajian sifat 20 mengandung makna mengaji tentang Syariat, Tharikat, Hakikat dan Ma’rifat. Sifat 20 adalah sifat yang wajib bagi Allah. Di antara sifat 20 tersebut adalah: Wujud, Qidam, Baqa’, Mukhalafatuhu Lil-Hawadits, Qiyamuhu Binafsihi, Wahdaniyat, Qudrat dan Iradah.

Penulis akan mencoba memaparkan salah satu dari sifat Allah yaitu Iradat dalam peristiwa/kejadian yang diluar kemapuan nalar manusia. Di antaranya adalah;

1. Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Pada kejadian tersebut, terjawablah sebagian kecil dari kekuasaan dan kehendak Allah. Menurut manusia banyak pada saat itu, peristira Isra’ Mi’raj adalah suatu hal yang mustahil. Peristiwa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa yang luarbiasa. Tentu, luarbiasa disini adalah luarbiasa menurut manusia, bukan luarbiasa menurut Allah. Sehingga ada sebagian manuasia yang tidak mau menerima apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW. Mereka tidak yakin atau masih ragu-ragu dengan Allah Maha Kuasa, Allah Maha Perkasa, Allah Maha Bijaksana, dan Allah Maha Suci.

Bahwa Allah Maha Suci, terdapat dalam surat al- Isra’, ayat 1, yang memperlihatkan sebagian kecil tanda-tanda kekuasaan Allah dan memperlihatkan Kemahasucian-Nya.

Sebagaimana Firman Allah:
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui” (Q.S. Al-Isra” (17); 1).

Betapa kekuasaan Allah bila Allah berkehendak. Perjalanan Nabi SAW adalah sebuah gambaran dari kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Allah telah memperjalankan hambaNya, yaitu Nabi Muhammad s.a.w. di malam hari dari Masjidil-Haram yang berada di Makkah itu. menuju Masjid al-Aqsha. Sedang jarak di antara kedua mesjid itu, atau jarak di antara Tanah Hejaz dengan Tanah Palestina adalah jauh. Al-Aqsha artinya ialah jauh! Perjalanan biasa dengan kaki atau unta dari Makkah ke Palestina itu ialah 40 hari.

Perjalan yang sangat jauh tersebut hanya ditempuh dalam waktu yang tidak sampai satu malam. Masuk akalkah? Di sinilah di antara kekuasaan dan kehendak Allah yang tidak terjangkau oleh pikiran manusia.
Kejadian itu ialah pada malam 27 Rajab, tahun ke11 daripada kerasulan beliau. Beliau sedang tidur di rumah Ummi Hani’ binti Abu Thalib, salah seorang mu’minat dari keluarga beliau.

Beliau sembahyang dahulu di waktu Isya’ setelah itu beliau tidur. Setelah hari Subuh beliau ceriterakan kepada Ummi Hani’ bahwa tadi malam beliau diperjalankan dari Masjidil-Haram ke Baitul Maqdis. Maka berkatalah Ummi Hani’; “Wahai Nabi Allah! Janganlah engkau ceriterakan hal ini kepada orang, nanti engkau didustakannya dan disakitinya”. Beliau menjawab; “Demi Allah! Mesti aku ceriterakan”.

Nabi SAW pergi ke mesjid. Di sana bertemu Abu Jahal. Lalu Abu Jahal bertanya sambil berolok: “Ada berita baru?” Beliau jawab: “Ada!” Kata Abu Jahal: “Apa?” Beliau jawab: “Saya diperjalankan tadi malam ke Baitul Maqdis”. “Ke Baitul Maqdis?” Tanya Abu Jahal. Abu Jahal bermaksud mengumpul orang Quraisy untuk mendengar ceritera Muhammad yang dia tidak percaya itu, dan Nabi pun ingin orang berkumpul supaya diceriterakannya apa yang telah dialaminya itu dan disampaikannya.
Setelah orang berkumpul, berkata Abu Jahal: “Mulailah! Orang Quraisy telah mulai berkumpul di balairung mereka. Ceriterakanlah kepada mereka apa yang engkau ceriterakan kepadaku tadi”. Lalu Rasulullah SAW menceriterakan apa yang dilihatnya bahwa tadi dia di Baitul Maqdis, sembahyang di sana.

Mendengar itu ada orang-orang Quraisy itu yang bertepuk tangan, ada yang bersiul, sebagai mencemooh dan mendustakan berita yang tidak masuk akal mereka itu. Dan pecahlah khabarnya di seluruh Makkah.

Maka ada orang datang kepada Abu Bakar menceriterakan apa yang dikhabarkan Nabi itu. Maka kata Abu Bakar: “Kamu dustakankah itu? Kalau begitu yang dia katakan, benarlah yang dikatakannya itu”. Kemudian dia temui Rasulullah, banyak musyrikin Quraisy mengiringkan. Ditanyanya sekali lagi dan dijawab oleh beliau di hadapan mereka.

Orang Quraisy sampai bertanya: Kalau benar engkau baru saja kernbali dari Baitul Maqdis, adakah engkau lihat di jalan rombongan/kafilah perniagaan kami?. Berapa ekor untanya dan betapa keadaannya?.

Dengan tegas beliau jawab; rombongan itu sekarang tengah menuju pulang, sekian banyak orangnya dan sekian banyak untanya; hari ini ketika matahari terbit sampailah rombongan itu. Unta yang di muka sekali putih warnanya.

Maka pada hari yang beliau tentukan itu ada mereka yang pergi menunggu keluar kota. Ada yang berkata: “Mana dia? Matahari sudah terbit. Mereka belum nampak!” Tiba-tiba berkata temannya: “ltu dia, sudah datang! Di muka sekali unta putih!”.

2. Yahya Bin Zakaria.
Kisah tentang Yahya dan Zakaria, Insya Allah akan penulis paparkan pada tulisan berikutnya. Sekedar gambaran Iradat Allah dalam kisah mereka, penulis akan tuliskan sekilas saja.

Nabi Zakaria telah lama nikah dan sangat menginginkan anak untuk melanjutkan keturunan, penggganti dan penerusnya. Pada saat itu Nabi Zakaria telah cukup tua. Menurut pendapat dari ahli tafsir, umur Zakaria telah mencapai 120 tahun. Biasanya seorang laki-laki yang telah mencapai umur lebih dari 100 tahun, tidak akan mungkin lagi bisa membuahi istrinya. Selain itu, istri Zakaria juga mandul dan telah berusia 98 tahun. Seorang suami yang telah tua dan istri pun mundul, apakah mungkin mendapatkan keturunan? Menurut logikanya, tidaklah mungkin. Namun dengan Iradat Allah, Yahya pun lahir sebagai penerus ayahnya.

3. Tongkat Membelah Laut
Maha Suci Allah yang membelah laut untuk Musa. Musa bermodalkan sebuah tongkat yang berada di tangannya, lalu Allah memerintahkan kepada Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut. Kalau bukan karena kehendak dan kekuasaan Allah, manalah mungkin air laut yang begitu besar dan luas akan terbelah karena sebuah tongkat.

4. Kondisi Manusia.
Mungkin sebagian kita melihat tetapi belum mengerti dan memahami keadaan orang di sekeliling kita yang dikaitkan dengan sifat Allah, yakni Iradat. Perhatikanlah betapa dan berapa perbedaan-perbedaan di antara manusia. Ada yang tinggi, ada yang rendah. Ada yang hitam, ada yang putih. Ada yang bodoh/biasa-biasa saja dan ada yang cerdas/pintar. Ada yang memiliki banyak anak dan ada pula yang tidak punya anak. Banyak yang kaya dan tidak sedikit yang miskin (Allah yang melapangkan rezki dan membatasi rezki seseorang) dan lain sebagainya.

Iradah Allah yang dilihatkan kepada manusia hanyalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Iradah Allah, bisa saja terjadi kapan dan di mana serta kepada siapa saja. Apabila Allah berkehendak, tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi.

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia. Maka Maha suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. (Q.S. Yasin: 82-83).

“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki” (Q.S. Hud: 107)

“Manusia punya kehendak. Kehendak Allah adalah Mutlak”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *