Kota Solok | MentrengNews. Com — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok menggelar kegiatan strategis penetapan arah dan komitmen pengembangan pendidikan keagamaan pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum krusial melalui pemancangan empat pilar utama pengembangan madrasah serta peluncuran berbagai program inovasi.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat Tari Pasambahan yang dibawakan secara apik oleh para peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Suasana khidmat terasa saat Kepala Madrasah memasangkan kain salempang kepada Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Sumatera Barat, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad), dan Kepala Kantor Kemenag Kota Solok.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat, H. Mustafa, yang hadir langsung bersama Kabid Penmad, Tan Gusli. Selain membuka acara, Kabid Penmad Tan Gusli juga bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan ini, empat pilar penting yang dipancangkan meliputi Evaluasi dan Penguatan Pendidikan Madrasah, Pengukuhan Tim Pengembangan Kurikulum, Deklarasi Komitmen Bersama Anti Kekerasan dan Bullying, serta Launching Program Inovasi Madrasah.
Acara dilanjutkan dengan pemutaran video kompilasi program inovasi madrasah, yang kemudian diresmikan secara langsung melalui launching resmi oleh Kakanwil Kemenag Sumbar, H. Mustafa.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, juga hadir sebagai narasumber dengan mengusung materi bertajuk “Strategi Peningkatan Mutu Madrasah”. Dalam paparannya, H. Amril menegaskan bahwa mutu dan kualitas pendidikan madrasah berawal dari komitmen bersama di lapangan.
“Madrasah hebat tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari kolaborasi, keberanian berinovasi, dan lingkungan belajar yang aman tanpa rasa takut,” tegas H. Amril di hadapan para peserta.
Ia menguraikan bahwa evaluasi yang dilakukan tidak sekadar mengukur angka akademis, tetapi juga sejauh mana madrasah menjadi benteng moral. Tim Pengembangan Kurikulum yang dikukuhkan bertugas meracik materi pembelajaran yang adaptif terhadap zaman tanpa melupakan nilai keagamaan. Selain itu, Deklarasi Anti Kekerasan menekankan prinsip zero tolerance agar madrasah menjadi tempat yang paling aman dan membahagiakan bagi siswa.
Di akhir penyampaiannya, H. Amril menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kakanwil Kemenag Sumbar H. Mustafa dan Kabid Penmad Tan Gusli atas bimbingan dan arahan yang terus diberikan kepada Kemenag Kota Solok. Ia mengajak seluruh Kepala Madrasah dan guru untuk menjadikan program dan deklarasi ini sebagai gerakan nyata di dalam kelas.
Kegiatan dilaksanakan di MAN Kota Solok. Tampak hadir dalam kegiatan Kasubbag TU, Kasi penmad, Pengawas, Staf Penmad,serta seluru pendidik dan tenaga kependidikan di MAN Kota Solok.(helda)








