Mohon Izin Pak Bupati Lampung Selatan, Dinas Perkim, Camat Katibung, Kades Tanjung Agung
Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 2 April 2026,Di Dusun Rejo Agung II, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, sebuah bangunan berukuran 5×7 meter berdiri rapuh. Lebih menyerupai gubuk darurat ketimbang hunian manusia, dinding anyaman bambunya bolong-bolong, lantainya masih tanah, dan sebagian struktur harus disangga tiang agar tidak ambruk. Di tempat inilah Rudi, Iis Wiyanti, dan keenam anak mereka harus bertahan hidup, Kamis (2/4/2026).
Setiap hujan turun, air merembes masuk tanpa kendala, memaksa keluarga ini kerap kali harus mengungsi ke rumah tetangga demi menghindari dingin dan basah. Kondisi sanitasi pun memprihatinkan; tidak ada jamban layak, sehingga mereka harus menumpang dan menggunakan fasilitas seadanya yang hanya tertutup sarung dan terpal bekas.
Realitas ekonomi membelenggu harapan mereka. Sebagai kepala keluarga, Rudi hanya mengandalkan penghasilan tak menentu dari pekerjaan serabutan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Niat memperbaiki hunian pun mustahil terwujud; yang bisa dilakukan hanya menambal sulam sekadar agar bangunan tetap berdiri dan bisa ditempati.
Pemerintah Desa Tanjung Agung Akui Sudah Ajukan Berkali-kali
Pemerintah Desa Tanjung Agung melalui Sekretaris Desa menegaskan, usulan bantuan bedah rumah untuk Rudini sudah diajukan berulang kali, namun hingga saat ini belum ada realisasi. Bahkan, upaya tersebut juga sudah diteruskan hingga ke tingkat legislatif agar bisa segera ditindaklanjuti.
“Kami sudah beberapa kali mengajukan, termasuk yang terbaru juga sudah kami sampaikan melalui Anggota Dewan Farizal Purba Fraksi Gerindra. Namun sampai sekarang belum ada kelanjutannya,” ujar Sekretaris Desa Tanjung Agung kepada Mentrengnews.com.
Camat Katibung: Kami Siap Bantu Koordinasi ke Perkim
Menanggapi persoalan ini, Camat Katibung, Andi Sopian S.H., M.H., memberikan tanggapan terkait kondisi warganya.
Menurutnya, untuk bantuan sosial rutin, keluarga yang bersangkutan sudah mendapatkan, namun khusus untuk bantuan bedah rumah memang belum terealisasi meski usulan sudah masuk dari desa.
“Untuk bantuan sosial yang bersangkutan, sudah mendapatkan. Terkait bedah rumah, dari Desa sudah mengusulkan namun belum ada realisasi,” ujar Camat Andi.
Beliau juga menegaskan komitmennya untuk membantu mempercepat proses tersebut.
“Kami sudah minta salinan usulan bedah rumahnya untuk nanti kita bantu koordinasikan lebih lanjut ke Dinas Perkim,” tegasnya.
Kadis Dinsos: Komitmen Membantu, Namun Perumahan Adalah Ranah Teknis OPD Lain
Menanggapi keprihatinan atas kondisi keluarga tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Puji Sukanto S.E., M.M., menyampaikan penjelasan dengan penuh kepekaan dan dedikasi.
Ia menegaskan, meskipun secara teknis dan aturan yang berlaku, persoalan perumahan murni menjadi kewenangan atau ranah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, namun pihaknya tetap memiliki perhatian yang besar, jelasnya.
“Kami sangat prihatin dan selalu berkomitmen membantu masyarakat. Memang secara teknis, masalah perumahan menjadi ranah OPD lain. Namun karena masyarakat sangat familiar dengan Dinsos, apapun persoalannya yang diingat dan dicari adalah Dinas Sosial. Kami pun siap berkoordinasi dan memfasilitasi agar bantuan tersebut bisa segera terealisasi,” terangnya dengan penuh dedikasi.
Kadis Perkim Bungkam, Tiga Kali Ditelepon Tak Juga Merespons
Sorotan kini tertuju penuh kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) selaku OPD teknis yang memegang kendali penuh atas penanganan masalah ini.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi Mentrengnews.com mencatat bahwa rilis konfirmasi yang dikirimkan belum mendapatkan jawaban. Upaya menghubungi Kepala Dinas Perkim melalui panggilan telepon pun telah dilakukan sebanyak tiga kali, namun sayangnya hingga saat ini belum ada respons atau jawaban.
Sikap bungkam ini tentu menambah tanda tanya besar di tengah harapan masyarakat yang ingin tahu, di mana letak hambatannya hingga usulan yang sudah berulang kali diajukan bahkan hingga ke tingkat legislatif, tak kunjung mendapatkan realisasi.
Masyarakat menunggu tindak lanjut nyata, agar keluarga Rudi dan anak-anaknya tidak lagi harus berteduh di bawah atap yang nyaris rubuh.
Mentrengnews.com
Penulis : Sholeh
Berita dan informasi terbaru, terupdate, dan terpercaya.








