Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 27 Februari 2026 – Sebuah kasus keracunan makanan telah menimpa keluarga Bapak Armadi yang berdomisili di Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan.
Peristiwa menyakitkan ini terjadi setelah keluarga tersebut mengonsumsi hidangan ikan buntal, yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan tiga orang lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” Ujar Kadus Depli.
Informasi resmi mengenai kejadian ini diperoleh secara langsung dari Kadus Dusun Kuala Jaya, Depli Delsa; Kepala Desa Bandar Agung, Sapriyadie; serta Camat Kecamatan Sragi, Wayan Susana ST., MT., yang semuanya telah melakukan langkah-langkah penanganan dan pemantauan terhadap kasus ini.
KRONOLOGI KEJADIAN
Kasus keracunan terjadi pada hari Kamis 26 Februari 2026) sekitar pukul 18.00 WIB, ketika keluarga Bapak Armadi berkumpul untuk menyantap makanan yang disajikan oleh Ibu Elin, istri Bapak Armadi. Hidangan utama yang dikonsumsi saat itu adalah ikan buntal yang telah dipersiapkan dengan cara biasa seperti yang sering dilakukan di wilayah tersebut.
Setelah menyelesaikan makan malam, keluarga tersebut menjalankan aktivitas hariannya dengan melaksanakan salat Maghrib, diikuti dengan salat Isya dan Tarawih sesuai dengan ibadah puasa Ramadhan yang sedang berlangsung. Baru setelah menyelesaikan rangkaian ibadah tersebut, gejala awal keracunan mulai muncul pada anggota keluarga.
Putra pertama mereka, Adinda Apriliansyah(8 tahun), yang merupakan siswa Sekolah Dasar kelas 2, mengalami gejala keracunan yang jauh lebih berat dibandingkan anggota keluarga lainnya.
“Meskipun segera diberikan pertolongan pertama dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, kondisi Adinda terus memburuk dan akhirnya wafat pada dini hari hari Jumat (27 Februari 2026).
Sementara itu, Bapak Armadi, Ibu Elin, serta anak kedua mereka juga menunjukkan gejala keracunan seperti mual, muntah, dan nyeri perut, sehingga langsung dirujuk ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
KEHADIRAN DAN TINDAK LANJUT PEMERINTAH
Menanggapi kejadian ini, pihak pemerintah setempat dengan cepat mengambil langkah responsif. Pada hari Jumat (27 Februari 2026) sekitar pukul 15.00 WIB, Kepala Desa Bandar Agung, Sapriyadie, bersama dengan Camat Kecamatan Sragi, Wayan Susana ST., MT., serta tim dari pemerintah desa melakukan kunjungan langsung ke rumah kediaman keluarga Bapak Armadi.
“Selama kunjungan tersebut, mereka memberikan dukungan emosional kepada keluarga yang berduka serta melakukan pemeriksaan awal terkait kondisi tempat kejadian dan sisa makanan yang dikonsumsi.
Setelah itu, rombongan pemerintah juga melanjutkan perjalanan untuk menjenguk korban yang sedang dirawat di Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda.
Selama kunjungan tersebut, mereka berkomunikasi langsung dengan tim medis untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi kesehatan korban serta mendengar penjelasan terkait langkah-langkah penanganan yang sedang dilakukan.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa keluarga Bapak Armadi. Pihak pemerintah desa dan kecamatan akan terus memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, baik dalam hal medis maupun dukungan lainnya yang dibutuhkan,” ujar Camat Wayan Susana ST., MT., dalam sambutannya saat menjenguk korban.
Kepala Desa Sapriyadie juga menambahkan, “Kami telah mengirimkan laporan awal mengenai kasus ini kepada dinas kesehatan kabupaten untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait sumber ikan buntal yang menyebabkan keracunan serta penyebab pasti dari kejadian ini.”
INFO TERKINI KONDISI KORBAN
Berdasarkan komunikasi langsung dengan keluarga yang merawat di rumah sakit, kondisi Bapak Armadi, Ibu Elin, dan anak kedua mereka telah menunjukkan perkembangan yang positif,” Jelas Kadus Depli kepada Mentrengnews.com
Informasi terkini dari rumah sakit dikabarkan bahwa, kondisi kesehatan mereka semakin membaik dan stabil, sehingga pihak rumah sakit telah menyatakan bahwa mereka tidak lagi dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
“Alhamdulillah, kondisi ayah, ibu, dan adik saya sudah jauh lebih baik sekarang. Kami berharap mereka bisa segera pulih dan kembali bersama keluarga,” ujar salah satu anggota keluarga Sebagaimana yang dikonfirmasikan oleh Kadus Depli kepada Mentengnews.com
Selain itu, pihak keluarga juga menyampaikan bahwa mereka akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang dalam penyelidikan yang sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari keracunan ini serta mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan.
Fotonya ikan buntal yang dikonsumsi oleh keluarga Bapak Armadi telah disiapkan dan akan segera dikirimkan kepada tim media untuk keperluan informasi publik.
PERINGATAN DAN UPAYA PREVENTIF
Menanggapi kasus ini, Camat Wayan Susana ST., MT., menyampaikan bahwa pihak pemerintah kecamatan akan segera mengeluarkan peringatan resmi terkait konsumsi ikan buntal di wilayah Kecamatan Sragi.
Selain itu, akan dilakukan kerja sama dengan dinas kesehatan kabupaten untuk melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai jenis ikan yang aman dikonsumsi, terutama di bulan puasa di mana keamanan makanan menjadi hal yang sangat penting.
“Kami akan melakukan langkah-langkah preventif secara menyeluruh untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Penyuluhan akan dilakukan di setiap dusun untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai risiko yang terkait dengan konsumsi ikan tertentu serta cara mengolah makanan dengan benar agar aman untuk dikonsumsi,” jelas Camat.
Pihak dinas kesehatan kemungkinan sudah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sisa makanan yang ditemukan di rumah keluarga Bapak Armadi serta melakukan penelusuran terkait sumber daya ikan buntal yang dikonsumsi agar dapat menemukan akar masalah dan mengambil tindakan yang sesuai.
Redaktur Mentrengnews.com
Penulis : A. Soleh
Sumber : Kadus Depli Delsa, Kuala Jaya Bandar Agung Sragi Lampung Selatan








