Tanah Datar | MentrengNewa. Com – Jamaah salat Jumat di Masjid Al-Jabbar mendapatkan nasihat berharga dan pengingat spiritual yang mendalam dari Khatib, DINELDI Katik Muncak Rajo, pada salat Jumat,16 Oktober 2026.
Dalam khutbahnya yang menyentuh hati, beliau mengingatkan umat tentang “Hakikat Kehidupan Duniawi”, khususnya mengenai jabatan dan kekayaan.
Mengambil tema tentang hakikat amanah, DINELDI Katik Muncak Rajo menegaskan bahwa segala kedudukan dan harta yang dimiliki manusia sejatinya bukanlah milik pribadi, melainkan titipan dari Allah SWT yang suatu saat akan diminta kembali.
“Jabatan yang kita emban, baik sebagai pemimpin, pejabat, maupun kepala keluarga, bukanlah milik kita. Kekayaan yang menumpuk di tangan kita juga bukan milik kita. Semua itu adalah titipan Allah. Sebagai titipan, kita hanya dituntut untuk menjaganya dan menyalurkannya sesuai dengan kehendak Sang Pemilik,” ujar beliau di hadapan jamaah yang memadati saf salat.
Beliau menambahkan, banyak manusia yang sering kali terlena dan lupa diri ketika diberi kedudukan atau harta. Sifat sombong, otoriter, dan kikir sering kali muncul ketika seseorang merasa bahwa apa yang dimilikinya adalah hasil dari jerih payah dan kehebatannya sendiri, bukan karena izin dan amanah dari Allah.
“Jangan sampai titipan ini justru menjadi racun yang menjauhkan kita dari Sang Pemberi. Jika diberi jabatan, maka pimpinlah dengan keadilan dan ketakutan kepada Allah. Jika diberi kekayaan, maka tunaikanlah hak-hak fakir miskin, anak yatim, dan kerabat. Ingatlah, semakin besar titipan yang diamanahkan, semakin berat pula hisab dan pertanggungjawabannya di hari akhir kelak,” tambah beliau dengan gaya bahasa yang tegas namun menyejukkan.
Khutbah yang disampaikan dengan paduan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal ini membuat para jamaah khusyuk menyimak. Banyak jamaah yang tampak merenungi isi khutbah, mengingat kembali posisi dan harta yang mereka miliki saat ini, serta bagaimana mereka selama ini mengelolanya.
Menjelang akhir khutbah, DINELDI Katik Muncak Rajo mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa berdoa agar diberikan hati yang ikhlas dalam menerima amanah, serta dijauhkan dari sifat cinta dunia yang berlebihan.
“Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan keikhlasan untuk menunaikan amanah-Nya dengan baik. Semoga harta dan jabatan yang kita miliki tidak menjadi penghalang, melainkan justru menjadi kendaraan dan jalan yang memudahkan kita menuju surga-Nya,” tutupnya mengamini doa khatib yang disambut dengan suara “Amin” dari seluruh jamaah yang hadir. (Pendim 0307)










