Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Kisah Sosok Babinsa Koramil 04/LB Sukses Beternak Bebek Petelur

×

Kisah Sosok Babinsa Koramil 04/LB Sukses Beternak Bebek Petelur

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com | Lintau Buo – kisah anggota TNI di Kodim 0307/Tanah Datar, Serda Ivan Satriyo yang bertugas sebagai Babinsa di Koramil 04/Lintau Buo, ini mulai sukses dan mampu meraup keuntungan. Usahanya yang digeluti saat ini adalah beternak bebek petelur di pekarangan rumahnya di Padang Laweh.

Saat dijumpai beliau bercerita, “Awalnya saya ketemu salah seorang pagawai dari Dinas Perikanan, Peternakan dan Kelautan Sumatera Barat, setelah saya cerita pengalaman dibidang peterkanan yang belum beruntung, lalu saya diarahkan untuk beternak bebek petelur, beginilah sampai sekarang ini,” ungkap Babinsa Koramil 004/LB Kodim 9307/TD, Serda Ivan Satriyo, Rabu (27/04/2022).

Example 300x600

Tambahnya, usaha yang saya geluti itu sejak Januari 2012 silam sampai sekarang dan kebangkrutan dalam dunia peternakan juga pernah saya alami. Namun, keterpurukan itu ternyata tidak menyurutkan semangat saya dan akirnya membawa hikmah dirinya untuk bangkit sampai sukses seperti saat ini. Kekompakan bersama satu orang masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, kami merawat ratusan ekor ternak bebek petelur di rumahnya.

“Setelah mendapat pencerahan itu saya dan istri saya langsung mulai belajar beternak bebek petelur. Awalnya hanya sekitar 100 ekor, lalu bertambah menjadi 300, 500 lalu terakhir ini sudah 700 ekor,” ujarnya.

“Sebenarnya lahan saya masih luas, tapi saya tidak berani mengisi lebih, karena kebetulan kandang kami dekat dengan pemukiman. Karena lingkungan saya ini terbilang berada di tengah keramaian,” terangnya.

Tiap hari, 400 ekor bebek piaraannya mampu mengahasilkan telur sebanyak 300 butir. Setiap butir telur bebek mentah ia jual dengan harga Rp 1.800 perbutir untuk telur asin Rp 2.300 perbutirnya. Jika ditotal, penghasilan bersih dari beternak bebek petelur itu sekitar Rp 6 Jutaan perbulan.

“Setiap harinya sudah ada pedagang yang mengambil ke sini. Malah saat ini kami kewalahan meladeni kebutuhan pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut Serda Ivan Satriyo mengatakan, untuk memberi makan 400 ekor bebek itu dia merogoh kocek setiap hari sekitar Rp 250 Ribu. Anggaran itu termasuk untuk biaya membeli pakan campuran seperti bekatul poles, nasi aking dan pakan jadi (konsentrat).

Dia mengaku untuk kesediaan pakan ternaknya sudah ada yang menyuplai dan tak pernah kesulitan dalam mendapatkannya. Untuk bekatul poles ia datangkan dari Padang, untuk pakan konsentrat didatangkan dari Payakumbuh dan nasi aking dia datangkan dari Batusangkar.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *