Mentreng.com | Tanah Datar – Pendidikan Ramah Anak yang Inklusif telah di selenggarakan pada beberapa Sekolah yang ditunjuk ditingkat SD, SLTP dan SLTA di Kabupaten Tanah Datar.
Semua itu adalah wujud penerimaan dan penghargaan Negara di bidang Pendidikan kepada seluruh Insan Pendidikan Disabilitas, yaitu peserta didik dan guru yang mengalami keterbatasan gerak,ruang,waktu dan kesempatan dalam mengoptimalkan kecerdasan dan keterampilan yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka.
kecerdasan Istimewa dan Keterampilan yang Unik serta Semangat Belajar yang Tidak Kenal Menyerah adalah Modal utama yang menjadi harapan srmua guru dan semua sekolah umum juga dimiliki oleh Anak Didik Berkebutuhan Khusus di Sekolah Umum tersebut.

Namun harus di akui dengan jujur dan keikhlasan hati, bahwa justru inilah yang belum sempst terperhatikan dengan sempurna, belum terjamah dengan baik dan belum terpahami dengan hati dan nurani oleh para guru di sekolah umum,
Sebab jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah umum masih sedikit dan sebagian dari mereka termarjinalkan, mereka di cap sebagai anak yang belum seperti yang diharapkan para guru pada umumnya.
Itu semua adalah Hal yang selalu dicoba pahami oleh Mittiarni,S.Pd.MM.dalam mengelola Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang mengalami keterbatasan fisik,mental, kecerdasan, keterbatasan keterampilan dan keterbatasan ruang gerak untuk bisa beraktualisasi secara optimal selama bertahun tahun selama menjadi Guru.
Dan Hari ini, 17 Februari adalah hari istimewa yang sangat dikenang oleh Guru Berprestasi Inklusi Pertama di Tanah Datar ini.
“17 Februari bukan hari biasa bagi saya, tapi Hari Istimewa, sebab selama menjadi Guru Sekolah Dasar saya selalu dan selalu mendapat bagian mengurusi anak murid pindahan yang bandel, malas belajar, suka berkelahi, suka bolos dan selalu menantang guru setiap hari, itu semua adalah pengalaman istimewa yang melekat kuat dalam ingatan saya ” Ujar beliau, saat surat kabar Online Mentreng.Com mencoba mewawancarai guru Cantiq ramah dan murah senyum ini di SDN 02 Labuah Lima Kaum Tanah Datar Sumatera Barat Pagi ini.

Dalam keterangannya, selama ini belum ada perhatian pemerintah seserius ini dalam memberikan kesempatan berkembang dan berkreasi serta beraktualisasi penuh dalam mengelola peserta didik yang mengalami kelainan fisik mental dan kecerdasan di Sekolah Reguler.
Yang ada hanyalah stempel dan label kalau murid nakal, bandel dan suka bikin onar serahkan penanganannya pada Guru BK di tingkat SLTP dan SLTA, sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar masih diserahkan kepada guru kelas.
Namun Sejak 17 Februari tahun 2016 suasana Pendidikan untuk peserta didik Istimewa yang Berkebutuhan Khusus di sekolah umum, telah dikelola secara bertahap.
Pengelolaan tersebut telah tampak dan terlaksana, yaitu dengan mengadakan sosialisasi pelatihan dan pembinaan pada guru yang ditunjuk sekolah sebagai guru khusus dan dilatih khusus mengelola Anak Berkebutuhan Khusus sejak tahun 2015 lalu
Ketika ditanya tentang, Apakah pelatihan tersebut telah dilaksanakan di seluruh sekolah di Tanah Datar, Ibu guru yang cerdas dan kreatif ini menjawab dengan bijaksana.
” Untuk kecamatan Lima Kaum sudah dilaksanakan pelatihannya, untuk kecamatan lain di Tanah Datar kita tunggu jawaban dan hasil koordinasi dan konfirmasi dari Dinas Pendidikan dulu, Semoga menjelang Tahun Ajaran 2021/2022 sebuah pelatihan bidang inklusi bagi guru dan sekolah pelaksana SPPI di Tanah Datar dapat diberikan pelatihan” harapnya.
Saat ditanya lebih jauh tentang keberhasilannya
Sebagai guru yang dipercaya menjadi Guru Berprestasi Bidang Inklusi Pertama di Tanah Datar dan Tingkat Propinsi Sumatera Barat apakah ada yang memotivasi?.
Ibu guru yang punya bakat istimewa dan baru saja kembali dari pertemuan dengan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk menerima Piagam Penghargaan dalam bidang Menulis tentang Kerajaan Maroko di Surat Kabar Online ini menguraikan dengan panjang lebar.
Menurutnya semua teman guru di SDN 10 Bukit Gombak sekarang SDN 08 Baringin dan SLBN 1 Lima Kaum dengan Kepala Sekolah Iriyandi adalah orang pertama yang memberikan kesempatan untuk dia bisa berkembang seperti ini.
Selain Iriyandi dan semua guru di SLBN 1 Lima Kaum, Bapak Abrar, Kadis Kominfo sekarang, saat menjabat Kadisdikbud Tanah Datar, juga selalu memberikan tantangan pekerjaan pada saya sehingga saya terpacu untuk menjadi yang terbaik dibidang saya, yaitu menulis dan bereksplorasi dengan alam dan peserta didik.
Dan Bapak Almarhum Irdinansyah Tarmizi adalah Bupati Pertama yang memberikan apresiasi dan ucapan Selamat menjadi Guru Berprestasi Inklusi Tanah Datar Pertama kepada saya”,ucapnya dengan senyum kerinduan pada kelembutan dan kesabaran serta ketenangan dalam kecerdasan seorang Bupati Tanah Datar, almarhum Irdinansyah Tarmizi.
Namun yang utama dari semua itu adalah Suami dan tiga orang anak dalam keluarga yang selalu memberikan izin dan kesempatan dengan baik untuk selalu Fokus dalam menyelesaikan setiap pekerjaan” jawab Kepala Sekolah SDN 02 Labuah Kecamatan Lima Kaum Tanah Datar Sumatera Barat ini melanjutkan Wawancaranya dengan Surat Kabar Online ini.
Saat di tanya tentang apakah beliau punya harapan tentang Pendidikan Inklusif di Tanah Datar?, beliau menjawab sambil merapatkan kedua tangannya seperti orang yang sedang berdoa.
” saya sangat berharap pada Allah agar Kabupaten Tanah Datar Tetap Menjadi Kabupaten Ramah Anak yang Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Umum Mulai dari TK, SD.SLTP dan SLTA serta Perguruan Tinggi dan Pemerintah dapat mengoptimalkan dan memasyarakatkan keberadaan warga yang mengalami Cacat Fisik dengan menerima mereka bekerja sesuai kemampuan mereka di semua tempat sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan mereka”.katanya.
Satu Kata Bijak yang sempat disebutnya, sebagai wujud Cintanya pada warga Disabilitas adalah ” Dengan membuat mereka menjadi Pribadi Mandiri maka, Satu Keterbatasan Telah Dijembatani, Satu Beban Telah Terselamatkan”.
Oke Ibu Guru Cantiq, semoga Allah melalui Bupati dan pemerintahan yang Baru dapat mewujudkan mimpimu. (Red)








