Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

MENGERIKAN..! HANYA 20 MENIT GELOMBANG SUNAMI DARI SEBESI KE PESISIR, RAJABASA

×

MENGERIKAN..! HANYA 20 MENIT GELOMBANG SUNAMI DARI SEBESI KE PESISIR, RAJABASA

Sebarkan artikel ini
SIMULASI SISTEM KOMUNIKASI

Lampung Selatan  |  Mentrengnews. Com – 23 April 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan bekerja sama dengan Paluma Nusantara pimpinan Nanang Priyana menggelar Simulasi Peringatan Dini Tsunami. Kegiatan berlangsung bertahap di Desa Canti (21 April 2026) dan Desa Rajabasa (23 April 2026).

Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat, meliputi tokoh masyarakat, pemuka adat, tokoh pemuda, warga laki-laki dan perempuan. Selain itu diikuti pula oleh 79 orang peserta dari unsur Pemerintah Kecamatan, Puskesmas, TNI/Polri, dan Kelompok Siaga Bencana (DESTANA). Turut berpartisipasi aktif sivitas akademika Poltekkes Kemenkes Bandar Lampung sebanyak 15 orang Dosen dan 30 orang Mahasiswa/i. Didukung pula perwakilan petugas BPBD dan Pusdalops Nahwan serta Anda Mirza.

SAMBUTAN KEPALA PELAKSANA TUGAS BPBD LAMPUNG SELATAN

Maturidi, S.H. selaku Kepala Pelaksana Tugas BPBD Lampung Selatan menegaskan makna penting latihan ini:

“Kita semua tidak berharap bencana terjadi. Namun ingatlah, BENCANA TAK PERLU VALIDASI, sifatnya mendadak dan tak terduga. Simulasi ini kami laksanakan untuk melatih anak-anak dan masyarakat agar tidak panik total saat bahaya datang. Semua alur kegiatan disesuaikan dengan kondisi sesungguhnya demi keselamatan bersama.”

KUNCI UTAMA: SISTEM KOMUNIKASI JADI NYAWA KESELAMATAN

Menurut Nanang Priyana selaku Penyelenggara, kegiatan ini KHUSUS DIFOKUSKAN PADA SISTEM KOMUNIKASI. Hal ini didasarkan pada pengalaman pahit Bencana Tsunami Anak Krakatau Tahun 2018.

“Kami bercermin pada peristiwa 2018. Berbeda dari anggapan umum bahwa tsunami selalu diawali gempa, SAAT ITU BENCANA DATANG TANPA GEMPA SEDIKITPUN! Terjadi secara tiba-tiba akibat longsoran Anak Gunung Krakatau, langsung meluluhlantakkan Desa Canti, Waymuli hingga Rajabasa.”

Dalam skenario kali ini, Pulau Sebesi ditetapkan sebagai Titik Awal Peringatan. Wilayah inilah yang pertama kali terkena dampak sebelum gelombang menerjang pemukiman.

“PERHATIKAN WAKTUNYA! Jarak tempuh gelombang dari Pulau Sebesi menuju pesisir HANYA 20 MENIT SAJA! Itulah seluruh waktu yang kita miliki untuk menyelamatkan diri.”

Dalam simulasi diperagakan secara nyata:
✅ Petugas di Pulau Sebesi melaporkan bahaya ke Kecamatan Rajabasa lewat Radio Rig dan HT
✅ Begitu sinyal bahaya masuk, warga langsung bergerak menuju tempat aman

*”Kalau komunikasi lancar dalam waktu singkat itu, nyawa terselamatkan. Kalau lambat? Nasibnya sama seperti 2018,” tegas Nanang.

TUJUAN UTAMA

Latihan ini bertujuan menanamkan kesadaran: “Bencana tidak menunggu kita siap, kitalah yang HARUS SELALU SIAP”. Kesiapan komunikasi dan gerak cepat menjadi benteng utama melindungi warga pesisir.

Mentrengnews.com terus mengawal setiap upaya penyelamatan nyawa masyarakat Lampung Selatan.

Penulis : Sholeh MTV
Sumber : Sambutan Kepala Pelaksana Tugas BPBD & Penyelenggara Kegiatan
Redaksi : Mentrengnews.com
Suara Rakyat | Tegas, Jujur,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *