Mentreng.com | Kota Solok – Lomba Merangkai Bunga dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag RI Ke-77 tengah berlangsung. Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, H. Adrinoviyan didampingi Ketua HAB Kemenag, H. Amril, membuka kegiatan Lomba secara resmi. Senin(21/11).
H. Amril ketua HAB Kemenag menyampaikan, “Dari peringatan HAB Kementerian Agama setidaknya ada beberapa hikmah yang dapat dipetik, diantaranya: pertama, yang paling utama tentu saja sebagai peringatan hari lahirnya Kementerian Agama. Kedua, sebagai wujud rasa syukur yang dari tahun ketahun telah melaksanakan pengadian terhadap masyarakat dengan semangat “Ikhlas Beramal”. Ketiga, sebagai media silaturrahim dan kebersamaan. Keempat, sebagai media evaluasi diri (kelembagaan). Kelima, menumbuhkan komitmen baru dalam pengabdian terhadap masyarakat. dan yang Keenam, sebagai pemicu semangat dan membentuk prakarsa dalam bekerja.
Plh. Kepala Kemenag, H. Adrinoviyan, mengatakan ” Merangkai bunga membutuhkan keseriusan, kesabaran dalam bekerja, apalagi item penilaian mempergunakan bahan-bahan bekas, ini merupakan kreasi dan inovasi dalam menumbuhkan kemampuan ibuk-ibuk ASN di sela kesibukannya,” ungkapnya.
Selanjutnya, H. Adrinoviyan juga mengatakan, ucapan terimakasih dan apresiasi kepada panitia dan peserta merangkai bunga yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan ini, pesertanya utusan DWP masing-masing Satker, Diantaranya, DWP Kemenag Kota Solok, DWP kemenag MAN Kota Solok, DWP MTsN Kota Solok, DWP MIN Kota Solok, Ponpes Hamalatul Quran, Ponpes Warasatul Anbiya’, Ponpes Al Mumtaz, RA se Kota Solok.dan ASN Kantor Kementerian Agama Kota solok.
Pukul 09.15 WIB, setelah dinyatakan mulai, ditutup secara resmi pada pukul 10.45 WIB peserta memanfaatkan moment bahagia ini dengan poto bersama dengan karya terbaiknya hari ini. Memandang hasil karya ini sekali lagi untuk yang terakhir kalinya karena sesuai arahan Dewan juri, Mahkdalena rangkaian bunga dibuat dari bahan-bahan bekas kecuali pot, daun dan tangkai hasil rangkaian bunga dharmawanita baik dari madrasah, Ponpes maupun dari KUA tidak boleh dibawa pulang. Rencananya rangkaian bunga-bunga itu akan menjadi penghias ruangan kantor kemenag. (helda)








