Kota Solok | Mentrengnews.com – Di ruang majelis guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Solok, terselenggara rapat kerja evaluasi Tim Zona Integritas (ZI) dalam rangka menindaklanjuti hasil pemantauan dan evaluasi (Monev) yang sebelumnya dilakukan oleh Tim Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi (RB) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok. Kegiatan ini berfokus pada pemantapan persiapan dokumen, penyusunan strategi kerja, serta lahirnya inovasi-inovasi baru guna mendukung tata kelola madrasah yang unggul, Senin (25.05.27)
Ketua Tim ZI MTsN Kota Solok, Parti Erlinda, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa rapat ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk menyamakan persepsi seluruh anggota tim, memastikan seluruh target kerja tercapai, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan dokumen yang dibutuhkan. “Kami juga menyusun berbagai strategi kerja baru, dengan harapan dari proses ini akan muncul terobosan dan inovasi nyata yang dapat diterapkan di lingkungan MTsN Kota Solok demi pelayanan yang lebih baik,” ujar Parti Erlinda.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MTsN Kota Solok, Defit Arison, menegaskan bahwa rapat kerja ini memiliki kedudukan sangat penting mengingat saat ini madrasah tersebut ditetapkan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan percontohan (pilot projek) penerapan Zona Integritas di lingkungan Kemenag. “Oleh karena itu, saya berharap seluruh anggota tim yang terlibat dapat menyiapkan seluruh dokumen dan bukti pendukung secara lengkap dan sesuai standar yang ditetapkan. Mari kita bekerja sama dan bersatu hati menyukseskan agenda ini, demi mewujudkan tata kelola madrasah yang bersih, transparan, dan akuntabel. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan mutu layanan pendidikan kita bagi siswa, orang tua, dan masyarakat luas,” tegas Defit Arison.
Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis yang diambil oleh jajaran MTsN Kota Solok. Menurutnya, penetapan madrasah ini sebagai pilot projek bukan sekadar amanah, melainkan bukti kepercayaan besar yang diberikan atas potensi dan kinerja yang dimiliki.
“Penunjukan MTsN Kota Solok sebagai lokasi percontohan penerapan Zona Integritas adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Kami ingin menjadikan madrasah ini sebagai contoh nyata dan rujukan bagi satuan pendidikan lain dalam menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Segala inovasi dan perbaikan yang dibangun di sini nantinya akan menjadi standar acuan untuk kemajuan pelayanan madrasah se-Kota Solok. Saya pesankan, jagalah amanah ini dengan kerja keras, kejujuran, dan dedikasi tinggi. Jadikan momen ini sebagai langkah awal melahirkan budaya kerja yang bersih dan berintegritas, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan agama semakin meningkat,” ungkap H. Amril.
Lebih lanjut H. Amril berharap, melalui status pilot projek ini, MTsN Kota Solok mampu melahirkan berbagai terobosan baru yang efektif dan efisien dalam pelayanan, sehingga dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan keagamaan di wilayah Kota Solok.(helda/yet)








