Example floating
Example floating
Example 728x250
Example 728x250
Example 728x250
Daerah

Nuzulul Azmi, S.Pd: Putus Rantai Kekerasan Seksual Kampus, Tekankan Pentingnya “Consent” dan Keberanian Bertindak

×

Nuzulul Azmi, S.Pd: Putus Rantai Kekerasan Seksual Kampus, Tekankan Pentingnya “Consent” dan Keberanian Bertindak

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta  |  MentrengNews.com – 10 Oktober 2026, Maraknya isu kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi mendorong Bidang Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) BEM Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar kegiatan edukasi dan kesadaran publik bertajuk “SIAGA Anti Kekerasan Seksual: Aman Itu Hak, Berani Itu Pilihan, Peduli Itu Tindakan”.

Hadir sebagai pemateri utama, Nuzulul Azmi, S.Pd., CBC., CTRS., CCLS., CCHS, seorang konselor, terapis, sekaligus pengurus Konselor Sebaya UPT Unit Layanan Bimbingan dan Konseling (ULBK) UNY. Dalam paparan materinya, Nuzulul Azmi membedah secara tuntas fenomena “gunung es” dalam kasus kekerasan seksual, di mana angka pelaporan yang terlihat di permukaan jauh lebih sedikit dibandingkan realita tersembunyi yang dialami korban di lapangan.

“Banyak korban memilih diam bukan karena setuju atau menikmati, melainkan karena dorongan rasa takut akan ancaman, relasi kuasa pelaku, rasa malu, hingga stigmatisasi victim blaming dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kita perlu mengubah paradigma bersama bahwa pencegahan kekerasan seksual adalah tanggung jawab kolektif,” ujar Nuzulul Azmi.

Dalam sesi tersebut, dibahas pula landasan hukum penanganan kekerasan seksual di Indonesia, mulai dari UU TPKS No. 12/2022 hingga Permendikbudristek No. 46/2023. Nuzulul Azmi memaparkan kerangka kerja persetujuan (consent) dengan prinsip FRIES (Freely Given, Reversible, Informed, Enthusiastic, Specific) serta cara mengenali taktik manipulasi atau grooming yang kerap digunakan oleh pelaku.

Sebagai solusi konkrit, peserta dibekali dengan Jurus SIAGA (Sadari, Identifikasi, Atur Batasan, Gandeng, Adukan) dan teknik intervensi saksi (Bystander Intervention) dengan metode 5D (Distract, Direct, Delegate, Delay, Document). Selain itu, dikenalkan pula panduan merespons aduan korban dengan metode DENGAR (Dengarkan, Empati, Nyatakan percaya, Gali kebutuhan, Arahkan, Rahasiakan) untuk menghindari trauma sekunder.

Kegiatan yang diusung Bidang Kesma BEM Fakultas Vokasi UNY ini diharapkan dapat melahirkan agen-agen perubahan (peer counselor) dan memperkuat sinergi dengan saluran aduan resmi seperti UPT LBK UNY maupun layanan nasional SAPA 129.

“Kekerasan seksual tumbuh dalam diam dan pembiaran. Ia hanya akan runtuh ketika kita berani bicara, percaya pada korban, dan bertindak bersama untuk menciptakan ruang aman bagi semua,” tutup Nuzulul Azmi.

Tentang Pemateri:
Nuzulul Azmi, S.Pd., CBC., CTRS., CCLS., CCHS adalah seorang Konselor, Terapis, dan Coach. Saat ini beliau menempuh studi Magister Pendidikan Konseling UNY, aktif sebagai Konselor Sebaya UPT LBK UNY, Korwil PP IMBKIN Indonesia, serta Ketua Umum KM Magister & Doktoral FIP UNY. (Rizki M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *