Payakumbuh | MentrengNews. Com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar insan pers Sumatera Barat, khususnya di wilayah Luak Limapuluh. Salah seorang wartawan senior yang dikenal dengan keberanian, ketegasan, dan ketajaman penanya, Edwar Hafri (62) atau yang akrab disapa Edwar Bendang, telah berpulang ke rahmatullah.
Almarhum menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya selama sepekan terakhir.
Kepergian Edwar Bendang bukan sekadar kehilangan seorang jurnalis. Dunia pers kehilangan salah satu pena paling tajam yang pernah dimiliki Sumatera Barat. Sosok yang sepanjang hidupnya memilih berdiri di garis depan untuk menyuarakan kebenaran, membela kepentingan masyarakat, dan mengawal jalannya pemerintahan melalui karya-karya jurnalistik yang kritis, berani, dan berintegritas.
Selama puluhan tahun mengabdi di dunia jurnalistik, nama Edwar Bendang pernah ikut membesarkan Koran Mingguan Zaman dan Koran Mingguan Investigasi. Tulisannya kerap menjadi rujukan publik karena keberaniannya mengungkap berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Bagi sebagian pejabat, setiap tulisan Edwar menjadi alarm yang mengingatkan pentingnya menjalankan amanah dengan jujur dan bertanggung jawab.
Namun di balik karakter jurnalistiknya yang tegas, almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, penuh canda, dan mampu mencairkan suasana di tengah rekan-rekan seprofesi. Sosoknya menjadi tempat bertanya bagi wartawan-wartawan muda. Ia tidak pernah pelit berbagi pengalaman, mengajarkan etika jurnalistik, serta menanamkan keberanian dalam mencari dan menyampaikan fakta.
Kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan. Bagi sahabat-sahabatnya, Edwar Bendang bukan hanya rekan kerja, melainkan saudara seperjuangan yang telah mengabdikan hidupnya demi marwah profesi wartawan.
Atas wafatnya almarhum, ucapan belasungkawa juga datang dari Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi NasDem, H. Ilson Cong, yang mengenal almarhum sebagai wartawan yang teguh memegang prinsip.
“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Edwar Bendang. Beliau adalah sosok wartawan senior yang memiliki integritas, keberanian, dan dedikasi luar biasa dalam menjalankan profesinya. Ketajaman pena beliau menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi dan keterbukaan informasi di Sumatera Barat. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Selamat jalan, pejuang kebenaran. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang.”
Almarhum meninggalkan dua orang anak tercinta, Suci Wulandari dan Panji Muhammad. Saat ini jenazah telah dibawa ke rumah duka di Kabupaten Lima Puluh Kota untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”
Selamat jalan, Edwar Bendang. Pena itu memang telah berhenti menulis, tetapi keberanian, keteladanan, dan jejak perjuanganmu akan terus hidup dalam hati para sahabat dan generasi penerus insan pers. Namamu akan tetap dikenang sebagai salah satu wartawan yang tidak pernah takut menyuarakan kebenaran.(debby)








