Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Peringati HUT-RI ke-76, DPRD Tanah Datar gelar Rapat Paripurna Istimewa dengarkan Pidato Presiden

×

Peringati HUT-RI ke-76, DPRD Tanah Datar gelar Rapat Paripurna Istimewa dengarkan Pidato Presiden

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com  |  Tanah Datar – Dalam rangka memperingati (HUT-RI) Hari Ulang Tahun, Kemerdekaan Repubik Indonesia, yang Ke-76 tahun 2021. DPRD Kabupaten Tanah Datar menggelar Rapat Paripurna Istimewa dan mendengarkan Pidato Presiden RI Joko Widodo secara virtual yang berlangsung di ruang sidang DPRD Kabupaten Tanah Datar.

Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan handsanitizer,masker serta jarak kursi antar peserta sidang dan tamu undangan. Rapat paripurna dihadiri Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Wabup Richi Aprian, Dandim 0307/TD, Kapolres Tanah Datar, Kajari Tanah Datar, Ketua PN dan PA Batusangkar serta anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar.

Rapat Paripurna Istimewa dibuka oleh Ketua DPRD Tanah Datar Ronny Mulyadi Dt.Bungsu, Selanjutnya Ketua DPRD bersama seluruh peserta rapat mendengarkan lagu kebangsaan dan Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi.

Dalam pidatonya, Presiden RI Joko Widodo menyatakan semboyan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh hanya bisa diraih dengan sikap terbuka dan kesiapan perubahan menghadapi dunia.

“Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, yang menjadi semboyan Bulan Kemerdekaan pada tahun ini, hanya bisa diraih dengan sikap terbuka dan siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi”, kata Presiden Jokowi saat berpidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2021, Senin (16/08/2021).

Presiden mengatakan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh juga dicapai dengan sikap bangsa yang bahu-membahu dan saling bergandengan tangan dalam satu tujuan.

Ia mengajak segenap bangsa untuk tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan berbagai ujian yang akan dihadapi untuk menggapai cita-cita bangsa.

Presiden RI Joko Widodo juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 telah memacu masyarakat untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan.

“Bangsa Indonesia dipaksa untuk membangun normalitas baru dan melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama ini. Memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan tidak membuat keramaian, adalah kebiasaan baru yang dulu dianggap tabu. Bekerja dari rumah, belanja daring, pendidikan jarak jauh, serta rapat dan sidang secara daring, telah menjadi kebiasaan baru yang dulu kita lakukan dengan ragu-ragu,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengenakan baju adat suku Baduy dari Propinsi Banten. Dalam pidatonya,ia menyampaikan berbicara krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api. Menurut Jokowi, pandemi hendaknya sebisa mungkin dihindari. Akan tetapi, jika tetap terjadi, banyak pelajaran yang bisa diambil sebagai pelajaran.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *