Kota Solok | MentrengNews. Com — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok menggelar Kegiatan Pembinaan dan Rapat Koordinasi (Rakor) Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar tahun 2026 di Aula Abu Bakar Kantor Kemenag setempat, Kamis (23/07/2026). Mengusung tema Pendidikan Karakter, kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat pondasi moral siswa di era digital.
Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Seksi PAI Kemenag Kota Solok, H. Emil Isra, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 25 orang guru PAI se-Kota Solok. Melalui pembinaan ini, diharapkan terbentuk generasi yang berkarakter Islami, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing tinggi.
“Guru berkarakter, siswa berprestasi, dan bangsa bermartabat. Melalui pembinaan ini, kami ingin memastikan guru-guru PAI mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi emas yang berakhlak,” ujar Emil Isra.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, menegaskan bahwa tema Pendidikan Karakter sangat relevan dengan tantangan zaman yang dihadapi peserta didik saat ini. Menurutnya, anak-anak usia Sekolah Dasar berada pada fase golden age yang menjadi masa paling menentukan dalam pembentukan fondasi moral.
“Pendidikan karakter di sekolah tidak akan berjalan efektif jika dilepaskan dari nilai-nilai spiritual. Guru PAI adalah ujung tombak dan benteng utama dalam menanamkan nilai keimanan, ketaqwaan, serta akhlakul karimah sejak dini,” tegas Amril.
Ia juga menambahkan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan integritas moral. Pembentukan karakter hendaknya dilandasi rasa kasih sayang (love-based learning) serta penguatan moderasi beragama dengan mengajarkan Islam yang ramah, santun, toleran, dan menyejukkan.
Guna mewujudkan cita-cita tersebut, H. Amril menyampaikan sejumlah pesan strategis bagi seluruh pendidik agama. Ia menekankan agar metode mengajar PAI tidak lagi dilakukan secara monoton atau sekadar memburu hafalan teori. Guru PAI dituntut untuk terus berinovasi memanfaatkan pendekatan modern seperti deep learning serta menggunakan teknologi digital secara bijak demi menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Lebih dari sekadar metode mengajar, keteladanan pendidik dipandang sebagai kunci utama. Amril
menggarisbawahi bahwa pelajaran karakter paling ampuh tidak disampaikan melalui ucapan semata, melainkan lewat role model yang ditampilkan guru melalui sikap, tutur kata, kedisiplinan, dan integritas sehari-hari di sekolah.
Di samping itu, forum rakor ini juga diharapkan mampu menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan program kerja, serta menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI. Menutup arahannya, Amril mengimbau seluruh pendidik untuk senantiasa menjaga kedisiplinan dan profesionalisme tingginya sebagai ASN maupun tenaga pendidik di bawah naungan Kemenag Kota Solok.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ali Candra, yang merupakan Kepala SD di Saok Laweh, Kabupaten Solok, sekaligus praktisi pendidikan. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua KKG SD Kota Solok, Maiyunir, beserta jajaran pengurus KKG PAI setempat. (helda)








