BATUSANGKAR | MentrengNews. Com – Kepolisian Resor (Polres) Tanah menggelar pertemuan diskusi strategis bertajuk “Penanggulangan Penyakit Masyarakat dalam Rangka Memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas)”. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Mustaqim Lima Kaum pada Rabu (10/06/2026) ini dihadiri oleh Kapolres Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichksan Dwi Septiyanto, S. h., S. I. k., M.I.K., para Wali Nagari se-Kabupaten Tanah Datar, serta Koordinator Lapangan (Korlap) Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dari seluruh wilayah hukum Polres Tanah Datar.
Dalam sambutannya, Kapolres Tanah Datar menekankan bahwa tantangan keamanan saat ini tidak hanya berasal dari tindak pidana konvensional, tetapi juga dari “penyakit masyarakat” seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, pergaulan bebas remaja, hingga konflik horizontal antarwarga. Hal-hal tersebut dinilai dapat menggerus nilai-nilai kearifan lokal dan mengganggu stabilitas kamtibmas di nagari-nagari.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Polisi memiliki keterbatasan personel, sedangkan Wali Nagari dan Korlap Siskamling adalah mata dan telinga kami di tengah masyarakat. Melalui forum ini, kita menyamakan persepsi dan langkah untuk memberantas penyakit masyarakat sebelum berkembang menjadi kejahatan serius,” ujar AKBP Dr. Nur Ichsan.
Diskusi ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan penting:
-. Penguatan Peran Siskamling: Korlap Siskamling di setiap nagari diminta untuk lebih aktif memantau aktivitas mencurigakan, terutama terkait peredaran narkoba dan judi ilegal, serta segera melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat.
-. Sanksi Adat bagi Pelaku Penyakit Masyarakat: Wali Nagari didorong untuk mengaktifkan kembali sanksi adat (denda adat atau pengucilan sementara) bagi warga yang terbukti melanggar norma sosial, sebagai bentuk pencegahan non-yudisial.
-. Patroli Terintegrasi: Pembentukan tim patroli gabungan yang melibatkan aparat kepolisian, Babinsa, dan anggota Siskamling secara berkala, khususnya pada malam hari di titik-titik rawan.
-. Edukasi Berkelanjutan: Sosialisasi bahaya penyakit masyarakat akan dilakukan secara rutin di surau-surau dan balai adat, melibatkan tokoh agama dan tokoh pemuda.
Semua Wali Nagari yang hadir, menyambut positif inisiatif ini. “Kami merasa dihargai. Selama ini, banyak kasus kecil yang sebenarnya bisa dicegah jika komunikasi antara polisi dan nagari lebih intens. Dengan adanya Korlap Siskamling yang terkoordinir, kami yakin bisa menekan angka gangguan kamtibmas di nagari kami,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Korlap Siskamling dari Kecamatan, menyatakan kesiapannya untuk mendukung program Polri. “Kami akan menghidupkan kembali semangat ronda malam. Tidak hanya untuk keamanan fisik, tapi juga untuk membina moral anak muda di nagari agar terhindar dari narkoba dan judi,” tegasnya.
Kapolres menutup kegiatan dengan mengajak semua pihak untuk konsisten dalam pelaksanaan komitmen bersama. “Keamanan nagari adalah cerminan keamanan kabupaten. Mari kita jadikan Tanah Datar sebagai daerah yang aman, damai, dan bebas dari penyakit masyarakat melalui sinergi yang solid antara Polri, Pemerintah Nagari, dan Masyarakat,” pungkasnya.
Pertemuan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama antara jajaran Polres Tanah Datar, para Wali Nagari, dan Korlap Siskamling se-wilayah hukum.**









