Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Prodi Pendidikan Biologi Uhamka Berikan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Guru IPA MGMP Rayon Lima Pandeglang

×

Prodi Pendidikan Biologi Uhamka Berikan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Guru IPA MGMP Rayon Lima Pandeglang

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com | Pandeglang – Pendidikan Biologi Uhamka dan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka (LPPM UHAMKA) mengadakan Pelatihan Merancang Pembelajaran IPA Terintegrasi Etnosains pada Kurikulum Merdeka.

Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis s.d Jumat 7-8 Juli 2022 pukul 08.00-12.00. Pada hari pertama kegiatan diisi oleh Dr. Irdalisa, S.Si, M.Pd, Dr. rer. nat. Robby Zidny, M.Si, Mega Elvianasti, M.Pd serta pemberian sambutan khusus oleh ketua MGMP IPA Rayon 5 Pandeglang dan hari kedua merupakan penugasan yang akan dinilai. Pelatihan merancang pembelajaran IPA terintegrasi etnosains pada kurikulum merdeka pesertanya adalah Guru-guru seluruh indonesia dan terdapat mahasiswa keguruan. Hal ini dilakukan agar guru mampu meningkatkan kemampuan dalam menerapkan kurikulum merdeka serta mampu untuk mengintegrasikan kebudayaan lokal dalam pembelajaran.

Kegiatan ini dilaksanakan secara blended learning yang mana hari pertama materi disampaikan secara daring melalui aplikasi zoom meeting, Ketiga narasumber mengisi materi tentang apa itu etnosains dan pentingnya pengintegrasian kebudayaan dalam pembelajaran ipa serta bagaiamana penerapannya dalam kurikulum merdeka yang memiliki salah satu tema kearifan lokal.

Sekilas mengenai Etnosains merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang menggali mengenai pengetahuan asli di suatu masyarakat yang digunakan untuk menjembatani menuju IPA yang formal sebagai kajian pembelajaran di sekolah. Hal ini merupakan tuntutan seorang guru dalam menerapkan kurikulum merdeka yang didalamnya mencakup kearifan lokal. Kurikulum merdeka saat ini juga merupakan hal yang penting dalam pembelajaran guru harus dapat menerapkan konsep kurikulum tersebut dengan demikian pembelajaran IPA yang terintegrasi etnosains dapat diterapkan.

Ketua pelaksana kegiatan ini dan narasumber yaitu Mega Elvianasti, M.Pd menyampaikan bahwa, kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme guru di bidang pedagogi, selain itu Dr. rer. nat. Robby Zidny, M.Si juga menyampaikan bahwa, “etnosains ini banyak dalam kehidupan sehari-hari, sayangnya ini jarang digali dan diintegrasikan kedalam pembelajaran yang sebenarnya sangat menarik untuk dikaji, bahkan orang barat sangat tertarik dengan kearifan lokal Indonesia dengan demikian dengan etnosains pembelajaran yang dilakukan dalam sekolah sangat relevan dan sesuai dengan kondisi dalam lingkungan sekitar peserta didik”.

Kegiatan ini juga menginspirasi guru untuk mengembangkan pengetahuan dengan menerapkan etnosains, hal ini sesuai dengan pernyataan yang disampaika oleh salah satu peserta yaitu Richa Kharisma berasal dari SMPN 1 Karangtanjung “kebetulan di SMPN 1 Karangtanjung sudah melakukan projek tema kearifan lokal ke Baduy, ternyata materi etnosains ini relate sekali untuk di aplikasikan, hanya saja, karena saya baru mengetahui tentang etnosains kali ini. Jadi mungkin ke depan nya bisa lebih dikembangkan lagi untuk projek selanjutnya yg mungkin dengan tema yg berbeda.”**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *