Mentreng.com | Jakarta – Ragam macam panganan produksi Rumah Kue Viera menjadi buah tangan terlaris dari Pekanbaru. Riau. Produk lokal sebagai bentuk perlawanan budaya monopoli dalam bidang ekonomi patut didukung dan terus menerus dikembangkan bukan sekedar hanya untuk memperkuat basis ekonomi rakyat, tetapi juga untuk memberi daya pertahanan budaya dalam arti luas, hingga pemberdayaan masyarakat makin menguat.
Produk unggulan Rumah Kue Viera yang berpusat fi Jl. Melati (Depan Jl. Naga Sakti) Stadion Utama Panam Pekanbaru ini adalah Ketan Talam Durian.
Sedangkan panganan khas lainnya seperti Karak Kaliang yang renyah. Atau Keladi Balado yang legit manis dan pedas. Semua bisa dipesan secara online lewat nomor kontak : 081361949216.
Sebagai oleh-oleh atau buah tangan cukupan meriah, sebab masih banyak jenis panganan khas lokal setempat.
Lain lagi buah tangan peserta Kongres ke-7 K. SBSI yang semula direncanakan di Pantai Cermin. Sumatra Utara ini namun kemudian dipindah ke Bukit Indah, Puncak, Bogor ini.
Buah tangan dari Jambi berupa kopi bubuk kemasan dalam kaleng hingga memenuhi syarat kualitas import.
Coffe special dengan kemasan almunium dengan berat bersih sekitar 300 gram pun relatif murah harganya karena cuma Rp 30.000 per kaleng.
Kopi bubuk super quality ini bermerk Paman dengan sketsa wajah sosok pemilik usaha kopi asli berkualitas asli ini. Karena memang diolah dari biji kopi pilihan, sehingga menghasilkan kopi bubuk yang berkualitas tinggi dan nikmat rasanya. Bahkan untuk para konsumen ada kontak khusus, 082280000701.
Dari Minahasa yang terkenal dengan sarung tenunannya itu, peserta Kongres K. SBSI justru membawa Kacang Kawangkoan bermerk Tarsius yang renyah dan gurih itu, meski hanya dengan cara digongseng mungkin dengan teknik dicampur pasir sehingga matang dengan merata dan sempurna.
Industri kacang sangrai ini diklaim menggunakan unsur organik bertarif Rp 27.000 per kantong plastik sekitar berbobot seper empat kilogram. Dan sebagai jaminan mutunya industri kacang sangraih dari Minahasa ini mencantumkan kontak person : 08124497585.
Karena itu warung tradisi dan toko konvensional khas milik warga patut dipelihara dan harus terus dikembangkan, termasuk kedai kopi, warung makan yang tak perlu minder dengan gempat nongkrong yang dikelola bangsa asing. Toh, semua bahan mentahnya berasal dari kebun kita juga. Mulai dari kopi, gula merah, jagung, pisang sampai ayam potong maupun tahu keju khas bandung merupakan kekayaan ragam jenis panganan yang tak semua ada di negeri asing manapun.
Jadi kekayaan alam dan ragam macam buah-buahan serta jenis panganan olahan, dapat memperkuat tampilan budaya bangsa Indonesia sebagai bagian dari keunggulan dan keluhuran kepribadian bangsa yang kuat dan bermartbat.(Cob)








