Example floating
Example floating
Example 728x250
Example 728x250
Example 728x250
Daerah

PT Banda Aceh Bersama 22 Pengadilan Negeri se-Aceh Peringati Maulid Nabi, Ustaz Masrul Aidi Sampaikan Tausiah

×

PT Banda Aceh Bersama 22 Pengadilan Negeri se-Aceh Peringati Maulid Nabi, Ustaz Masrul Aidi Sampaikan Tausiah

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh  |  MentrengNews. Com – Pengadilan Tinggi Banda Aceh (PT BNA) bersama 22 Pengadilan Negeri (PN) se-Aceh memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah secara serentak, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula atau Ruang Sidang Utama Pengadilan Tinggi Banda Aceh dan diikuti secara daring oleh seluruh Pengadilan Negeri di Aceh.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Pribadi yang Berintegritas, Harmoni, dan Profesional.”

Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Dr. Sutio Jumagi Akhirno, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh warga peradilan harus menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Menurutnya, meneladani sifat dan akhlak Rasulullah merupakan bagian penting dalam membangun integritas aparatur peradilan. Dengan menjadikan Rasulullah sebagai panutan, visi Mahkamah Agung untuk mewujudkan badan peradilan yang agung diharapkan dapat tercapai.

Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh sekitar seratus jamaah yang terdiri atas Wakil Ketua Pengadilan Tinggi, para Hakim Tinggi, pejabat dan tenaga fungsional kepaniteraan, pejabat kesekretariatan, anggota Dharmayukti Karini (DYK), serta seluruh pegawai di lingkungan PT Banda Aceh.

Sementara itu, melalui sambungan daring, peringatan Maulid juga diikuti oleh warga dari 22 Pengadilan Negeri di seluruh Aceh. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diperkirakan diikuti sekitar seribu jamaah.

Tausiah Maulid disampaikan oleh Ustaz Masrul Aidi, Lc., M.A., Pimpinan Pondok Pesantren Babul Maghfirah, Cot Keueung, Aceh Besar.

Dalam ceramahnya, Ustaz Masrul Aidi mengulas berbagai aspek kehidupan Rasulullah SAW, mulai dari kepemimpinan, hubungan sosial, hingga kehidupan rumah tangga. Dengan penyampaian yang komunikatif, disertai wawasan keislaman dan selingan humor, ia mengajak jamaah memahami keteladanan Rasulullah dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan pemimpin para nabi dan rasul. Karena itu, keteladanan beliau tidak hanya terletak pada kedudukan sebagai utusan Allah, tetapi juga pada akhlak dan cara beliau memperlakukan sesama manusia.

Ustaz Masrul turut mengingatkan bahwa salah satu misi utama diutusnya Rasulullah SAW adalah menyempurnakan akhlak manusia. Hal tersebut sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, “Innama bu’itstu liutammima makarimal akhlak”, yang berarti sesungguhnya beliau diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

Menurutnya, pesan tersebut menunjukkan betapa pentingnya akhlak dalam kehidupan seorang muslim. Ilmu dan kemampuan seseorang harus berjalan beriringan dengan perilaku yang baik.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa kepemimpinan Rasulullah SAW senantiasa mengutamakan dua kebutuhan mendasar manusia, yakni memberikan rasa aman dan mengatasi kelaparan. Prinsip tersebut menjadi bagian dari wujud kehadiran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam atau Rahmatan lil Alamin.

Untuk memperkuat penjelasannya, Ustaz Masrul menceritakan kisah Rasulullah ketika bertemu seorang budak perempuan yang sedang kelaparan dan merasa ketakutan. Rasulullah kemudian memberikan bantuan sehingga perempuan tersebut memperoleh rasa aman dan tidak lagi kelaparan.

Selain membahas kepemimpinan dan kepedulian sosial Rasulullah, Ustaz Masrul juga mengulas kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW bersama istri-istrinya. Dengan gaya penyampaian yang diselingi humor, ia menggambarkan bagaimana Rasulullah membangun hubungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan kebahagiaan.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, keluarga besar Pengadilan Tinggi Banda Aceh bersama seluruh Pengadilan Negeri se-Aceh diharapkan dapat semakin memperkuat nilai-nilai keislaman, integritas, keharmonisan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. (Rizki M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *