Bukittinggi | MentrengNews — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menggelar Workshop Manual Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Hotel Grand Royal Denai Bukittinggi, selasa-kamis (6–7/10/2026). Kegiatan yang diikuti 34 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya UIN MY Batusangkar memperkuat tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar semakin terarah, berkualitas, dan selaras dengan kebijakan pengembangan kampus.
Workshop dibuka langsung oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya meningkatkan kesempatan dan produktivitas dosen dalam melaksanakan penelitian. Ia menyampaikan bahwa setiap dosen diharapkan dapat melaksanakan penelitian paling kurang satu kali dalam dua tahun. Kebijakan tersebut perlu didukung dengan skema penelitian yang jelas serta sejalan dengan arah pengembangan UIN MY Batusangkar.
“Setiap dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar diupayakan dapat penelitian paling kurang dua tahun sekali,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan UIN MY Batusangkar untuk membangun ekosistem penelitian yang lebih produktif dan berkelanjutan. Penelitian tidak hanya diposisikan sebagai kewajiban akademik dosen, tetapi menjadi bagian dari penguatan kapasitas keilmuan sekaligus kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat
Rektor juga menekankan bahwa skema Litapdimas akselerasi perlu diarahkan agar sejalan dengan kebijakan dan prioritas UIN. Dengan demikian, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan keilmuan dan penyelesaian persoalan masyarakat.
Salah satu keluaran penting workshop ini adalah standar mutu penelitian, pengabdian masyarakat, dan penyusunan kode etik penelitian dan publikasi yang nantinya menjadi acuan dalam pelaksanaan penelitian di lingkungan LPPM UIN MY Batusangkar. Kode etik tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas, etika, kualitas, dan tanggung jawab dalam seluruh proses penelitian dan publikasi ilmiah.
Penguatan manual mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga ditempatkan dalam kerangka PPEPP, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan. Melalui siklus tersebut, standar penelitian dan pengabdian tidak berhenti pada tahap penetapan dokumen. Standar harus dilaksanakan, dievaluasi berdasarkan capaian, dikendalikan ketika ditemukan ketidaksesuaian, kemudian ditingkatkan secara berkelanjutan
Workshop menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan penelitian dan penjaminan mutu PTKI. Narasumber pertama, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.A., Kasubdit Litapdimas Kementerian Agama RI, menyampaikan materi mengenai roadmap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Materi tersebut memberikan penguatan mengenai pentingnya roadmap sebagai arah pengembangan penelitian dan pengabdian, sehingga program yang dilaksanakan tidak berjalan secara parsial, tetapi memiliki kesinambungan dan keterkaitan dengan arah pengembangan perguruan tinggi.
Sementara itu, narasumber kedua, Prof. Dr. Budiyono Saputro, S.Pd., M.Pd., Guru Besar UIN Salatiga sekaligus Presidium Penjaminan Mutu PTKIN, membahas aspek mutu dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Pembahasan SPMI menjadi penting karena kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya ditentukan oleh jumlah kegiatan dan publikasi, tetapi juga oleh adanya sistem yang memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar dan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Melalui workshop ini, LPPM UIN MY Batusangkar tidak hanya menargetkan tersusunnya dokumen manual mutu, tetapi juga membangun budaya mutu penelitian dan pengabdian di lingkungan UIN MY Batusangkar.
Penguatan roadmap, peningkatan produktivitas penelitian dosen, penyelarasan skema Litapdimas dengan kebijakan institusi, serta penyusunan kode etik penelitian dan publikasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem riset UIN MY Batusangkar yang semakin berintegritas, terukur, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat. (hospiburda)










