Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Respons Kilat Teknisi PDAM Tirta Alami Batusangkar: Kebocoran Pipa Ditangani Sebelum Meluas, Ribuan Pelanggan Tetap Nikmati Air Bersih

×

Respons Kilat Teknisi PDAM Tirta Alami Batusangkar: Kebocoran Pipa Ditangani Sebelum Meluas, Ribuan Pelanggan Tetap Nikmati Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Batusangkar  |  MentrengNews. Com – Tim teknisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alami Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menangani potensi kebocoran pipa distribusi air bersih di wilayah pelayanan mereka. Langkah antisipatif yang dilakukan dinilai berhasil mencegah gangguan pasokan air yang lebih luas kepada ribuan pelanggan.

Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Alami Batusangkar, mengatakan bahwa timnya menerima laporan indikasi kebocoran pada jaringan pipa transmisi berdiameter 150 mm di kawasan Jorong Bukit Gombak Nagari Baringin, Kab. Tanah Datar pada Senin (28/09/2026) pagi. Tanpa menunggu lama, tim tanggap darurat langsung diterjunkan ke lokasi dalam waktu kurang dari 30 menit setelah laporan diterima.

“Begitu ada indikasi penurunan tekanan di salah satu zona distribusi, tim kami langsung bergerak. Kami tidak menunggu sampai air menggenang di jalan atau ada komplain besar dari masyarakat. Prinsip kami adalah “deteksi dini, respons cepat, penanganan tuntas”,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).

#Deteksi Dini Lewat Pemantauan Tekanan

Direktur PDAM Tirta Alami Dr. Iniii Ulma Tiara, menjelaskan bahwa PDAM Tirta Alami telah menerapkan sistem pemantauan tekanan air secara berkala di sejumlah titik strategis jaringan distribusi. Sistem ini memungkinkan tim teknisi mengidentifikasi anomali tekanan yang sering kali menjadi indikator awal adanya kebocoran, bahkan sebelum kebocoran tersebut terlihat secara visual di permukaan.

“Dari data pemantauan, kami melihat ada penurunan tekanan yang tidak wajar di zona Batusangkar tengah. Tim langsung melakukan penelusuran dan menemukan titik rembesan pada sambungan pipa yang mengalami korosi,” jelasnya.

# Penanganan Tuntas dalam Hitungan Jam

Setiba di lokasi, tim teknisi yang terdiri dari enam personel segera melakukan isolasi area kebocoran dengan menutup katup pengatur di dua titik hulu dan hilir. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan volume air yang terbuang dan membatasi dampak terhadap pelanggan di zona terdampak.

Proses perbaikan pipa yang bocor kemudian dilakukan dengan metode *clamp repair* menggunakan *repair clamp* berbahan *stainless steel* yang dirancang khusus nuntuk pipa bertekanan. Menurut Hendra, metode ini dipilih karena lebih efisien dan tidak memerlukan penggantian segmen pipa secara keseluruhan.

“Alhamdulillah, dalam waktu sekitar empat jam sejak tim tiba di lokasi, perbaikan sudah selesai dan aliran air kembali normal. Tidak ada pemadaman air total yang berkepanjangan. Hanya beberapa pelanggan di radius dekat titik perbaikan yang mengalami gangguan sementara,” kata Direktur .

# Apresiasi dari Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Respons cepat yang ditunjukkan tim teknisi PDAM Tirta Alami mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Rina Wati (45), warga Jorong Bukitgombak, mengaku kaget ketika melihat tim PDAM sudah bekerja di lokasi padahal ia baru saja mendengar kabar tentang adanya kebocoran.

“Tidak sampai ada genangan air besar di jalan. Tiba-tiba sudah ada mobil PDAM dan orang-orang bekerja memperbaiki pipa. Saya salut, biasanya kan kalau bocor itu bisa berhari-hari baru ditangani,” ungkapnya.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, S. E.,M.M., juga menyampaikan penghargaan atas kinerja tim teknis PDAM Tirta Alami. Ia menekankan bahwa ketersediaan air bersih yang stabil merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditawar.

“Kami mengapresiasi kesiapsiagaan PDAM Tirta Alami. Ini menunjukkan bahwa BUMD kita bekerja profesional dan benar-benar melayani masyarakat. Saya instruksikan agar sistem pemantauan dini seperti ini terus ditingkatkan dan diperluas ke seluruh zona distribusi,” tegasnya.

# Komitmen Tingkatkan Infrastruktur

Lebih lanjut, Dr. Inoki mengungkapkan bahwa PDAM Tirta Alami tengah menyusun program peremajaan pipa-pipa tua yang sudah berusia lebih dari 20 tahun, terutama di kawasan pusat kota Batusangkar yang jaringan pipanya terpasang sejak era 1990-an. Program ini diharapkan dapat menekan angka kebocoran air (*non-revenue water*) yang saat ini masih berada di kisaran 28 persen.

“Tar55get kami dalam dua tahun ke depan adalah menurunkan tingkat kebocoran hingga di bawah 20 persen. Selain peremajaan pipa, kami juga akan memasang sensor tekanan digital di lebih banyak titik agar deteksi kebocoran bisa lebih cepat dan akurat,” pungkas Hendra.

Dengan total pelanggan aktif mencapai lebih dari 18.000 sambungan rumah tangga, PDAM Tirta Alami Batusangkar terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan demi memastikan setiap tetes air bersih sampai ke masyarakat dengan lancar dan berkualitas. (red)

#Penulis: Tim Redaksi
#Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *