Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Rutan Kelas II B Sawahlunto Bekali Warga Binaan Dengan Ilmu Agama

×

Rutan Kelas II B Sawahlunto Bekali Warga Binaan Dengan Ilmu Agama

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com  |  Sawahlunto – Warga Binaan/Napi sejatinya adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Karena kekhilafan dan tidak bisa mengontrol diri, hingga akhirnya membuat mereka mendekam di jeruji besi. Namun bukan berarti Warga Binaan/Napi tidak mempunyai sisi baik, mereka sama seperti kita manusia biasa yang tidak luput dari khilaf dan dosa, namun jauh di dalam hati sanubari mereka memiliki hati nurani.

Untuk membina Wargaa Binaan/Napi, Rumah Tahanan Kelas II B Sawahlunto (Rutan Salto) telah melakukan berbagai upaya dan kegiatan pembinaan.

Kali ini Rutan Salto melakukan pembinaan di bidang kerohanian, yaitu menmdatangkan Ustadz Amsari luar untuk mengajar mengaji dan ilmu agama kepada Warga Binaan/Napi.

Kepala pengamanan Rutan (KPR) Ihsan Al Afaf, SH kepada media ini hari ini mengatakan, bahwa Rutan Salto mendatangkan Ustadz dari luar untuk mengajarkan ilmu agama dan mengaji, termasuk belajar shalat.

“Selain belajar agama dan ngaji juga diajarkan baca tulis bagi Warga Binaan/Napi yang buta huruf, dan Alhamdulillah sudah banyak perkembangan, dari yang semula tidak bisa baca tulis sekarang sudah bisa, begitupun dengan baca alqur’an dan shalat” ujarnya.

Sementara Kepala Rutan Subhan Malik, Amd.IP, S.Sos berharap dengan adanya pembinaan-pembinaan selama menjadi Warga Binaan/Napi di Rutan Salto diharapkan kedepannya mereka memiliki kepribadian yang lebih baik.

“kita berharap setelah keluar dari sini mereka benar-benar insyaf dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum, selaiin itu kedepannya kita berharap mereka dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan keluarganya” ucap Subhan Malik.

Salah satu Warga Binaan “Ahmad” mwngatakan sangat senang dan berterimakasih sekali kepada petugas rutan dengan adanya kegiatan pembinaan kerohanian tersebut.

“Benar kami disini para Warga Binaan dan Napi mendapatkan pembinaan, selain keterampilan juga pembinaan rohani, keagamaan. Ada yang buta huruf dan sekarang sudah bisa baca tulis, ada juga yng tidak bisa mengaji, dan sekarang Alhamdulillah sudah mulai belajar dan sudah ada yang iqro 2” jelasnya.

Dengan adaya pembinaan baik kerohanian maupun keterampilan diharapkan nantinya setelah menghirup udara bebas, para Warga Binaan bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan ketrampilan yang diberikan dapat menjadi bekal untuk mencari penghidupan yang lebih baik, sehingga mereka tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama dan juga hukum.(ML)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *