Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Sentuhan Empati di Sekolah: Tim UKS MTsN Kota Solok Dilatih Jadi ‘Penyelamat’ Mental Teman Sebaya

×

Sentuhan Empati di Sekolah: Tim UKS MTsN Kota Solok Dilatih Jadi ‘Penyelamat’ Mental Teman Sebaya

Sebarkan artikel ini

Kota Solok  |  Mentrengnews.com – Kesehatan mental remaja kini menjadi perhatian serius di dunia pendidikan. Guna membentengi para siswa dari dampak stres berat dan trauma, tim Puskesmas Tanah Garam menggelar sosialisasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) di MTsN Kota Solok, Senin (18/5).

Uniknya, kegiatan yang sarat manfaat ini memanfaatkan ruang kelas kosong yang disulap menjadi ruang belajar interaktif bagi 33 siswa anggota Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta 7 orang guru pendamping.

Narasumber dari Puskesmas Tanah Garam, Triyani Hermidasari, mengungkapkan bahwa edukasi P3LP ini merupakan bagian dari upaya promotif kesehatan jiwa yang menyasar masyarakat, khususnya kelompok pelajar. Menurutnya, usia remaja sangat rentan menghadapi tekanan psikologis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

“Kegiatan ini bertujuan agar para pelajar yang membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait kesehatan psikologis, dapat segera terdeteksi. P3LP adalah langkah awal sebelum kondisi kejiwaan seseorang memburuk,” ujar Triyani.

Ketua Pembina UKS MTsN Kota Solok, Desliya, menegaskan pentingnya keterlibatan lintas elemen dalam sosialisasi ini. Ia berharap, setelah pelatihan ini, lingkungan madrasah dapat menjadi ruang yang lebih aman secara emosional bagi seluruh siswa.

“Melalui sosialisasi P3LP, kami berharap murid-murid MTsN Kota Solok memiliki empati yang tinggi untuk membantu menstabilkan kondisi emosional temannya yang mungkin mengalami stres berat atau trauma. Banyak kasus dipicu oleh kurangnya perhatian dan kasih sayang, dan di sinilah peran kita untuk hadir,” kata Desliya menekankan.

Secara terpisah, Plt. Kepala MTsN Kota Solok, Defit Arison, memberikan apresiasi tinggi terhadap program kolaborasi ini. Ia menilai kesehatan mental berbanding lurus dengan capaian akademik siswa di kelas.

“Ini berdampak sangat positif terhadap perkembangan belajar murid. Dengan bekal P3LP, tim UKS yang berjumlah 33 siswa ini mampu menjadi jembatan untuk memantau kondisi emosional teman sebaya mereka selama proses pembelajaran. Mereka akan bersinergi dengan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk memberikan solusi cepat bagi siswa yang terganggu perkembangan emosionalnya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Defit.

Meskipun sedang berada di tempat yang berbeda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, H. Amril, turut memberikan atensi dan dukungan penuh terhadap inisiatif responsif yang dilakukan oleh pihak madrasah dan puskesmas.

“Kami sangat mengapresiasi langkah progresif yang diambil MTsN Kota Solok bersama Puskesmas Tanah Garam. Madrasah tidak hanya menjadi tempat mentransfer ilmu, tetapi juga harus menjadi lingkungan yang aman dan sehat secara psikologis bagi anak didik kita. Melalui program P3LP ini, kita sedang membangun sistem pendukung (support system) yang kuat di sekolah, di mana siswa peduli pada siswa lainnya. Semoga ini menjadi contoh bagi madrasah-madrasah lain di Kota Solok dalam menjaga generasi muda dari kerentanan mental dan termasuk madrasah ramah anak,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Kota Solok. (Helds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *